Samosir, 9/8 (Batakpost.com)– Sebagaimana tujuan dari Festival Tao Toba Jou-Jou yaitu memperkuat perekonomian daerah melalui UMKM, dan akselerasi digital transaksi, serta menudukung pariwisata Danau Toba, Kabupaten Samosir selaku tuan rumah keempat kalinya berturut-turut telah merasakan manfaatnya.
Di mana selama empat hari digelar Festival Tao Toba Jou-Jou yang dimulai dari tanggal 6-8 Agustus 2026 di di Segmen 5 Waterfront City Pangururan, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara, telah tercacat transaksi penjualan UMKM sebesar Rp6,05 miliar. Capaian tersebut berasal dari penjualan berbagai produk UMKM, mulai dari kopi, kuliner, makanan dan minuman olahan, hingga fesyen dan kriya, termasuk hasil private preview Festival Ulos Boru Ni Raja dan business matching dengan exclusive buyer Festival Kopi Tana Para Raja.
Hal itu disampaikan Kepala KPw BI Sibolga, Riza Putera dalam siaran persnya kepada wartawan, Minggu (9/8/2026).
Disebutkan Riza, selain mencacat transaksi UMKM sebesar Rp6,05 miliar, business matching antara perbankan dan pelaku UMKM turut mencatatkan komitmen pembiayaan sebesar Rp1,17 miliar. Capaian ini menegaskan bahwa peran Festival Tao Toba Jou-Jou sebagai platform strategis dalam memperluas akses pasar dan pembiayaan bagi UMKM, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Untuk itulah kata Riza, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sibolga akan terus memperkuat sinergi bersama Pemerintah Daerah dan seluruh pemangku kepentingan dalam mendorong pengembangan UMKM, ekonomi dan keuangan digital, serta pariwisata Danau Toba yang inklusif dan berkelanjutan.
Melalui kolaborasi yang erat, Riza yakin penyelenggaraan Festival Tao Toba Jou-Jou dan Samosir Run diharapkan tidak hanya meningkatkan daya tarik kawasan Danau Toba sebagai destinasi wisata unggulan, tetapi juga menciptakan efek berganda (multiplier effect) bagi perekonomian daerah melalui peningkatan aktivitas usaha, perluasan peluang ekonomi, dan penguatan kesejahteraan masyarakat.
Selanjutnya Baca: Untuk diketahui…













