Pematangsiantar, 3/8 (Batakpost.com)– Korban longsor dan rumah rusak yang terjadi di dua titik di Jalan Pesantren Kelurahan Pondok Sayur Kecamatan Siantar Martoba, Kota Pematangsiantar, Sumatera Utara, mendapat bantuan dari Pemerintah Kota Pematangsiantar.
Hal itu disampaikan Wali Kota Pematangsiantar melalui Sekretaris Daerah (Sekda) Junaedi Antonius Sitanggang saat mengunjungi korban longsor dan rumah rumah di RSUD dr Djasamen Saragih, Pematangsiantar, pada Jumat (31/7/2026).
“Sesuai arahan dan instruksi Bapak Wali Kota Wesly Silalahi, kami hadir menjenguk dan memberikan bantuan kepada korban longsor yang menyebabkan hilangnya hunian dan penghuninya luka-luka. Kami juga terus aktif mencegah adanya bencana yang serupa. Atas dasar itulah setelah mendapat informasi bencana longsor, kita langsung rujuk korban ke RSUD dr Djasamen Saragih,” terang Junaedi.
Ia juga menjelaskan, bantuan yang diberikan berupa hunian sementara, kebutuhan sandang-pangan, kebutuhan peralatan dapur, peralatan tidur, biaya perobatan rumah sakit, dan sekaligus membantu biaya pakaian sekolah, dan bantuan lainnya.
“Kehadiran kami ini merupakan wujud nyata pemerintah turut hadir di tengah-tengah masyarakat saat menghadapi bencana longsor. Semoga cepat pulih dan tidak terjadi lagi hal yang serupa,” ujarnya.
Sebelumnya, hujan deras selama beberapa jam pada Kamis (30/7/2026) malam di Kota Pematangsiantar mengakibatkan longsor dan banjir di beberapa lokasi. Pemko Pematangsiantar melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama pihak pemerintah kecamatan melakukan evakuasi korban, dan merujuk korban luka-luka ke RSUD dr Djasamen Saragih.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Pematangsiantar Dedy Idris Harahap dalam keterangan tertulisnya menyampaikan, dari laporan sementara yang diterima pihaknya, ada dua titik longsor di Jalan Pesantren Kelurahan Pondok Sayur Kecamatan Siantar Martoba.
Akibat longsor, dua unit rumah kontrakan roboh yang mengakibatkan dua kepala keluarga (KK) dengan 8 korban luka-luka. Selain itu, 1 unit kamar tidur santri Pondok Pesantren (Ponpes) juga mengalami kerusakan. (Diskominfo/red)
Baca Berita menarik lainnya dari Batakpost.com di GOOGLE NEWS













