68 Calon Guru Penggerak Tapteng Unjuk Kemampuan di Festival Panen Hasil Belajar

Tapanuli Tengah203 Dilihat

Pandan, 15/10 (Batakpost.com)- Sebanyak 68 Calon Guru Penggerak (CGP) Angkatan 4 Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), unjuk kemampuan di Festival Panen Hasil Belajar CGP yang dilangsungkan di SMK Yapim Pandan, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, Sabtu (15/10/2022).

Beragam hasil karya dari para Calon Guru Penggerak dipamerkan dalam ajang ini sesuai dengan ilmu yang mereka dapat, ditambah lagi bimbingan dari para Pengajar Praktik (PP).

Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdis) Sibolga, Elvrida Novianna Sinaga, S.Pd dan Kepala Dinas Pendidikan (Kadis) Tapanuli Tengah, Boy Rahman Hasibuan, S.IP, MAP, hadir langsung melihat karya-karya para Calon Guru Penggerak itu.

BACA JUGA: Kadis Pendidikan Sumut Kagumi Hasil Karya Anak SMK Sibolga-Tapteng

Menurut Boy, dari 68 CGP, ada 49 orang guru dari PAUD hingga SMP di bawah naungan Dinas Pendidikan Tapanuli Tengah. Sedangkan 19 lagi adalah guru SMA dan SMK yang ada di Tapteng di bawah naungan dari Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera  Utara.

Dijelaskan Kadis Pendidikan, bahwa Program Guru Penggerak adalah Program Unggulan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), yang bertujuan untuk menghadapi perubahan-perubahan yang terjadi di dunia pendidikan dan lingkungan sekolah.

Baca Juga:  Waspadai Pengembang Perumahan Yang Tidak Terdaftar di REI

Untuk itulah Boy sangat mengharapkan agar ke 68 Calon Guru Penggerak bisa lulus semuanya, sehingga dapat memberikan motivasi dan semangat kepada guru-guru yang lain untuk mengikuti seleksi Calon Guru Penggerak angkatan berikutnya.

BACA JUGA: SMK Negeri 3 Sibolga Salah Satu SMK Pusat Keunggulan di Sumut

“Saat ini kita sudah masuk pada Kurikulum Merdeka, sebagai salah satu strategi menghadapi perubahan-perubahan yang terjadi dalam dunia pendidikan dan juga lingkungan sekolah. Dan para Guru Penggerak ini sudah paham akan Kurikulum tersebut. Harapan kita, mereka menjadi motivator bagi guru-guru yang lain, karena masih banyak guru-guru kita yang belum berhasil dalam seleksi CGP,” kata Boy.

Boy pun mengakui lewat Program Guru Penggerak, potensi-potensi yang ada pada guru dapat digali dan ditingkatkan untuk dapat memberikan pembelajaran di kelas yang muaranya meningkatkan kualitas dari seluruh siswa-siswi dan mutu pendidikan di Kabupaten Tapanuli Tengah.

Kadis Pendidikan Tapteng Boy Rahman Hasibuan bersama Kacabdis Sibolga Elvrida Novianna Sinaga foto bersama dengan Calon Guru Penggerak Tapteng dan juga Pengajar Praktik (PP) pada Festival Panen Hasil Belajar di SMK Yapim Pandan, Sabtu (15/10/2022). (Batakpost.com/Jas)
Kadis Pendidikan Tapteng Boy Rahman Hasibuan bersama Kacabdis Sibolga Elvrida Novianna Sinaga foto bersama dengan Calon Guru Penggerak (CGP) Tapteng dan juga Pengajar Praktik (PP) pada Festival Panen Hasil Belajar di SMK Yapim Pandan, Sabtu (15/10/2022). (Batakpost.com/Jas)

Hal senada juga disampaikan Kepala Cabang Dinas (Kacabdis) Sibolga, Elvrida Novianna Sinaga. Dikatakannya, Fesitval Panen Hasil Belajar CGP itu adalah puncak hasil karya para CGP angkatan 4 Lokakarya 7. Di mana kreativitas para CGP lebih ditunjukkan untuk mengetahui apa sebenarnya pembelajaran yang sudah mereka terima selama ini.

Baca Juga:  Bupati Tapteng Buka Lomba Vocal Solo Lagu Batak 2020

“Inilah outputnya, mereka memamerkan kepada kita hasil pembelajaran yang sudah diterima. Harapan kita, semua CGP sebanyak 68 orang menjadi juara dan lulus,” harapnya.

Ditambahkan Elvrida, bahwa semua guru mulai dari tingkat PAUD sampai dengan SMA dan SMK (Negeri dan Swasta) berhak mengikuti seleksi CGP. Dan dari hasil seleksi yang dilakukan untuk angkatan 4, sebanyak 68 yang layak untuk mengikuti pembelajaran.

BACA JUGA: Yayasan Matauli Berikan Kesempatan Program Beasiswa Utusan Daerah yang Difasilitasi Pemkab Tapteng

Sedangkan yang menentukan lulus tidaknya ke 68 CGP ini, adalah Panitia dari Balai Besar Guru Penggerak Kemendikbud.

Baca Juga:  Ini Pesan Bupati Kepada Kabag Humas Tapteng Yang Baru

Dalam Program Guru Penggerak ini sambung Elvrida, kearifan lokal di wilayah masing-masing lebih diperhatikan, sehingga para CGP dapat menggali potensi-pontesi lokal untuk dikembangkan.

“Kebetulan di daerah kita ini adalah penghasil ikan, dan ada kelompak CGP kita yang menggali potensi ikan itu untuk dikembangkan lagi, sehingga tidak sebatas untuk konsumsi makan saja, melainkan bisa diolah dalam bentuk lain juga. Jadi, lewat CGP ini guru itu memang diharapkan berkreativitas dan benar-benar menunjukkan kemampuannya,” ucapnya.

BACA JUGA: Agincourt Resources Raih 4 Penghargaan dari Kementerian ESDM di Ajang Good Mining Practices Award 2022

Selain mengembangkan kreativitas guru, bahwa Guru Penggerak juga menjadi salah satu syarat utama untuk menjadi Kepala Sekolah, sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2018, kata Elvrida menambahkan.

Sementara itu Ketua Panitia kegiatan Imam Purhadi menambahkan, untuk membimbing dan memantau hasil nyata ke 68 CGP, ada 15 Pengajar Praktik (PP) yang disiapkan. Untuk 1 PP sebanyak 4-5 CGP dalam satu kelompok yang dibina dengan metode pengembangan yang berbeda-berbeda sesuai dengan ilmu yang didapat CGP dari para fasilitator baik secara daring maupun luring.

Festival Panen Hasil Belajar Calon Guru Penggerak (CGP) Angkatan 4 Lokakarya 7, Kabupaten Tapanuli Tengah ini berlangsung meriah dan sukses. (Jas)