Segenap kru batakpost.com mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1445 H/2024, Semoga doa dan usaha kita diterima oleh Allah Swt. Taqabbalallahu minna wa minkum. Selamat Idul Fitri, mohon maaf lahir dan batin.
Berita UtamaHumbahas

Ternak Babi Diserang Penyakit ASF di Humbahas, Dinas Peternakan dan Perikanan Turun Tangan

402
×

Ternak Babi Diserang Penyakit ASF di Humbahas, Dinas Peternakan dan Perikanan Turun Tangan

Sebarkan artikel ini
Dinas Pertanian dan Perikanan Humbahas saat melakukan penyuntikan terhadap ternak babi yang terserang penyakit ASF. (Batakpost.com/Diskominfo)
Advertisement
Example 300x600
Advertisement

Humbahas, 20/1 (Batakpost.com)- Ternak babi di Desa Mungkur, Kecamatan Tarabintang, Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) diserang penyakit ASF (African Swine Fever). ASF adalah penyakit pada babi yang sangat menular dan dapat menyebabkan kematian pada babi hingga 100 % . Sehingga mengakibatkan kerugian ekonomi yang sangat besar.

Dinas Peternakan dan Perikanan Humbahas langsung turun tangan ke lokasi melakukan penyemprotan sebagai upaya mengatasi kasus kematian ternak babi sudah berlangsung selama 1 minggu yang sebelumnya sudah terlebih dahulu terjangkit di Desa Sitanduk dan Simbara Kecamatan Tarabintang.

Advertisement
banner 325x300
Advertisement


Sesuai dengan pemeriksaan klinis, diduga kematian ternak babi diakibatkan serangan penyakit ASF.

Berdasarkan pengamatan dari Dinas Pertenakan dan Perikanan Kabupaten Humbahas, di lapangan ditambah informasi dari masyarakat, bahwa penyebaran penyakit disebabkan lalu lintas ternak masuk dan penanganan bangkai ternak yang tidak baik. Guna mengantispasi semakin merebaknya kasus kematian babi itu, Dinas Peternakan dan Perikanan langsung mengambil tindakan, sejak Selasa (17/1).

Adapun upaya yang dilakukan oleh Dinas Peternakan seperti penyemprotan desinfektan dan memberian desinfektan kepada Pemerintah Kecamatan untuk dapat dibagikan kepada setiap Kepala Desa untuk dilakukan penyemprotan di setiap kandang ternak.

Melakukan pengobatan terhadap ternak sakit, berupa pemberian antibiotik, anti radang, anti piretik dan vitamin.

Dinas terkait juga mengimbau kepada masyarakat untuk mengubur ternak yang mati dan tidak melakukan pembuangan bangkai ternak ke sungai apalagi melalukan pemotongan untuk dibagi-bagi.

Selanjutnya, akan dilakukan penyemprotan desinfektan dan pengobatan ternak dalam waktu dekat bekerja sama dengan pemerintah desa dan kecamatan. (ril).