Otomotif

TCIL dan Subaru Corporation Putuskan untuk Menghentikan Operasi Perakitan Lokal Mobil Subaru di Asia Tenggara

154
×

TCIL dan Subaru Corporation Putuskan untuk Menghentikan Operasi Perakitan Lokal Mobil Subaru di Asia Tenggara

Sebarkan artikel ini
TCIL dan Subaru Corporation Putuskan untuk Menghentikan Operasi Perakitan Lokal Mobil Subaru di Asia Tenggara
Balon Wali Kota Sibolga Akhmad Syukri Penarik bersama Balon Wakil Pantas Maruba Lumbantobing saat menerima surat rekomendasi dari PBB untuk maju di Pilkada Kota Sibolga Tahun 2024 di Kantor DPP PBB Jakarta, Kamis (30/5/2024). (Batakpost.com/red)
Advertisement
Example 300x600
Advertisement

Jakarta, 31/1 (Batakpost.com) – Tan Chong International Limited (TCIL) dan Subaru Corporation telah mengumumkan rencana mereka untuk menghentikan operasi perakitan lokal (CKD) mobil-mobil Subaru di Asia Tenggara. Mulai tahun 2025, Subaru akan menghentikan produksi CKD mobil-mobil mereka di Thailand dan Malaysia.

TCIL, sebagai perusahaan induk Motor Image Group, distributor regional eksklusif kendaraan Subaru di sebagian besar wilayah Asia, telah membentuk perusahaan patungan dengan Subaru Corporation pada 2017, membentuk Tan Chong Subaru Automotive Thailand (TCSAT) untuk perakitan lokal kendaraan Subaru di Thailand.

Pabrik tersebut merupakan pabrik khusus Subaru pertama di luar Jepang di Asia dan pabrik ketiga yang sepenuhnya memproduksi kendaraan Subaru di seluruh dunia. Namun, penghentian operasi pabrik CKD di Asia Tenggara ini dijelaskan sebagai langkah ke depan yang berorientasi masa depan untuk beradaptasi dengan dinamika pasar negara berkembang.

Di Malaysia, Subaru memulai pengoperasian pabrik CKD pada tahun 2012. Saat ini, hanya Subaru XV yang dirakit secara lokal di pabrik di Segambut, dan model tersebut juga diekspor ke pasar lain. Dengan dihentikannya operasional CKD di Thailand dan Malaysia, mobil-mobil Subaru yang dipasarkan di Malaysia, Thailand, Vietnam, dan Kamboja akan diimpor penuh (CBU) dari Jepang.

“TCIL dan Subaru Corporation terus menjajaki peluang bisnis tambahan yang layak bersama-sama di Thailand, Vietnam, Malaysia, dan Kamboja. Keputusan strategis ini akan memposisikan Subaru untuk terus sukses di pasar yang dinamis ini,” tulis pernyataan mereka.

Meskipun demikian, Indonesia tidak terlalu terdampak dengan kebijakan tersebut, karena Subaru Indonesia telah mengimpor mobil Subaru dari Jepang sejak awal.

Kesepakatan ini menandai perubahan signifikan dalam strategi operasional Subaru di Asia Tenggara dan menunjukkan upaya mereka untuk beradaptasi dengan perubahan pasar dan tuntutan bisnis di wilayah ini.(int)

Baca Berita menarik lainnya dari Batakpost.com di GOOGLE NEWS

banner 325x300