Segenap kru batakpost.com mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1445 H/2024, Semoga doa dan usaha kita diterima oleh Allah Swt. Taqabbalallahu minna wa minkum. Selamat Idul Fitri, mohon maaf lahir dan batin.
Politik

Politikus PDIP Mempertanyakan Anomali Suara antara Pileg dan Pilpres

132
×

Politikus PDIP Mempertanyakan Anomali Suara antara Pileg dan Pilpres

Sebarkan artikel ini
Politikus PDIP Mempertanyakan Anomali Suara antara Pileg dan Pilpres
Advertisement
Example 300x600
Advertisement

Jakarta, 16/2 (Batakpost.com) – Aria Bima dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mengungkapkan kebingungannya terkait hasil pemilihan umum yang menunjukkan suara partainya unggul pada pemilu legislatif (pileg) namun mengalami penurunan signifikan pada pemilihan presiden (pilpres) berdasarkan hasil quick count. Menurutnya, instruksi partai mengharuskan suara PDIP di pileg dan pilpres harus sejalan.

“Dilema ini perlu dipecahkan. Mengapa suara PDIP pada pileg lebih tinggi daripada suara pada pilpres? Ini adalah pertanyaan yang harus dijawab oleh semua kader termasuk saya yang ada di Solo. Instruksi partai seperti itu bisa membuat saya tidak bisa dilantik,” ujar Arya Bima di Cemara, Jakarta Pusat, pada Jumat (16/2/2024).

Advertisement
banner 325x300
Advertisement


Arya Bima menegaskan bahwa jika tidak dapat melakukan investigasi dan menemukan penyebab penurunan suara PDIP pada pilpres versi quick count, maka dia tidak akan dilantik. Dia menyebut penurunan suara pasangan Ganjar-Mahfud sebagai anomali.

“Jika saya tidak dapat melakukan investigasi, mengapa terjadi perbedaan suara antara suara untuk DPR RI yang jauh lebih besar daripada suara pilpres, padahal belum ada tambahan suara dari partai lain seperti Perindo, Hanura, PPP, serta pengaruh dari Mahfud Md, Atiqoh, Alam di kalangan milenial, dan Sandi. Inilah yang saya sebut sebagai anomali. Dan jika saya tidak menyampaikan hal ini, saya tidak akan bisa menemukan jawaban, dan bisa saja saya tidak dilantik karena itu adalah instruksi dari ketua umum,” ujarnya.

Untuk itu, Arya Bima mengungkapkan bahwa saat ini sedang dilakukan investigasi untuk menemukan penyebab penurunan suara pasangan Ganjar-Mahfud pada pilpres. Dia bahkan menyebut bahwa di tempat pemungutan suara (TPS) tempat FX Rudy dan dirinya mencoblos, Ganjar-Mahfud mengalami kekalahan.

“Daripada tidak dilantik, saya lebih memilih untuk bekerja terlebih dahulu. Mengapa ini terjadi? Saya sudah menghubungi Mas Rudy, saya sudah mengunjungi kepala desa, lurah, serta warga, ada apa gerangan? Di tempat tinggal saya sendiri pun, pasangan Ganjar-Mahfud bisa kalah. Di tempat tinggalnya Pak Rudy pun, TPS-nya Pak Rudy saja,” tambahnya.(int)

Baca Berita menarik lainnya dari Batakpost.com di GOOGLE NEWS