Segenap kru batakpost.com mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1445 H/2024, Semoga doa dan usaha kita diterima oleh Allah Swt. Taqabbalallahu minna wa minkum. Selamat Idul Fitri, mohon maaf lahir dan batin.
Lintas Sumut

Pj. Bupati Langkat dan Pj. Gubernur Sumut Serukan Penguatan Hilirisasi dan Kewirausahaan pada Musrenbang RPJD dan RKPD Tahun 2025

110
×

Pj. Bupati Langkat dan Pj. Gubernur Sumut Serukan Penguatan Hilirisasi dan Kewirausahaan pada Musrenbang RPJD dan RKPD Tahun 2025

Sebarkan artikel ini
Pj. Bupati Langkat dan Pj. Gubernur Sumut Serukan Penguatan Hilirisasi dan Kewirausahaan pada Musrenbang RPJD dan RKPD Tahun 2025
Advertisement
Example 300x600
Advertisement

Langkat, 9/3 (Batakpost.com) – Pj.Bupati Langkat H. M. Faisal Hasrimy, AP., MAP., didampingi Kepala BAPPEDA Rina Wahyuni Marpaung, S.STP, M.AP., dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Khairul Azmi, S.STP., menghadiri Pembukaan Musrenbang RPJD Tahun 2025-2045 dan RKPD tahun 2025 di Hotel Santika Dyandra Medan, Jum’at (8/3/2024).

Penjabat (Pj) Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Hassanudin, akan terus memperkuat hilirisasi dan kewirausahaan tahun 2025. Kedua hal tersebut diyakini dapat mengakselerasi pertumbuhan ekonomi dan pembangunan di Sumut.

Advertisement
banner 325x300
Advertisement


Menurut Hassanudin, saat ini perekonomian Sumut belum cukup kuat, karena masih ditopang sektor pertanian. Kontribusi sektor pertanian untuk Produk Domestik Bruto (PDB) Sumut 23,57%, perdagangan 19,23%, dan industri 18,1%.

“Tantangan Sumut ke depannya adalah memperkuat struktur ekonomi melalui transformasi struktural dengan jalur hilirisasi, sehingga ke depan perekonomian kita berciri industri pengelolaan berbasis pertanian,” kata Hassanudin, saat membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2025 Sumut.

Sektor kewirausahaan di Sumut, menurut Hassanudin, masih didominasi pelaku UMKM sekitar 98,87%, sedangkan kategori usaha menengah dan besar masih 1,12%. Hanya saja, besarnya jumlah UMKM tidak disertai kontribusi besar pada perekonomian, karena baru mencapai 46,51%.

“Masih rendahnya produktivitas UMKM tidak terlepas dari persoalan seperti rendahnya akses permodalan, pemasaran, dan kualitas SDM, serta terkait teknologi,” kata Hassanudin.

“Bagaimanapun bermimpi adalah bentuk perencanaan dan semua impian kita bisa menjadi kenyataan jika kita memiliki keberanian untuk mengejar dan mewujudkannya,” ucapnya.

“Perencanaan yang baik adalah perencanaan yang dapat diwujudkan,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Sumut, Alfi Syahriza, mengatakan, Musrembang menjadi forum diskusi untuk penyelarasan program pemerintah.

“Sehingga pembangunan yang dilakukan selaras antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota,” ucapnya.

“Ini bukan kegiatan seremoni, kita menyelaraskan program-program pembangunan di tahun 2025 sehingga apa yang kita cita-citakan bersama tercapai,” kata Alfi Syahriza.

Hadir pada Musrembang tersebut Plt Deputi Bidang Pengembangan Regional Kementerian PPN/Bapennas Tri Dewi Virgiyanti, Sekdaprov Sumut Arief S Trinugroho, dan Wakil Ketua DPRD Sumut Rahmansyah Sibarani. Hadir juga bupati/walikota se-Sumut, unsur Forkopimda, serta OPD terkait.(int)

Baca Berita menarik lainnya dari Batakpost.com di GOOGLE NEWS