Medan

Pemko Medan Ajak Masyarakat Jaga Kondusivitas Kota Medan Pasca Konflik di Bitung

109
×

Pemko Medan Ajak Masyarakat Jaga Kondusivitas Kota Medan Pasca Konflik di Bitung

Sebarkan artikel ini
Pemko Medan Ajak Masyarakat Jaga Kondusivitas Kota Medan Pasca Konflik di Bitung
Example 300x600

Medan, 28/11 (Batakpost.com) – Pasca peristiwa konflik yang terjadi di Bitung, Sulawesi Utara, Pemerintah Kota Medan (Pemko Medan) mengambil inisiatif untuk mengajak masyarakat, terutama para pemuka agama, agar bersama-sama menjaga kondusivitas di Kota Medan. Upaya ini dianggap penting guna memastikan keamanan dan kedamaian tetap terjaga di kota tersebut.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Medan, M. Sofyan, menyampaikan ajakan ini saat mewakili Wali Kota Medan, Bobby Nasution, dalam acara Safari Subuh Pemko Medan di Masjid Al-Mukhlisin, Jalan Lukah, Kecamatan Medan Amplas, pada Selasa (28/11/2023).

M. Sofyan menyatakan bahwa konflik, seperti yang terjadi di Bitung, dapat saja muncul di Kota Medan jika tindakan antisipasi tidak dilakukan dengan serius dan berkelanjutan. Peran pemuka agama dianggap sangat signifikan dalam menjaga kondusivitas kota dan mencegah terjadinya konflik antar umat beragama.

“Kami mengajak masyarakat untuk menjadi garda terdepan dalam melestarikan dan menjaga keberagaman di Kota Medan. Kita harus saling menghargai perbedaan, baik itu suku, budaya, agama, dan kepercayaan, agar Kota Medan selalu aman dan damai,” ujar M. Sofyan.

Menanggapi situasi politik saat ini, M. Sofyan menekankan pentingnya memperkuat ukhuwah islamiyah untuk mencegah perpecahan akibat perbedaan pandangan politik. Ia mengajak masyarakat agar tidak mudah terprovokasi, melainkan tetap fokus pada pemilihan pemimpin terbaik yang dapat membawa Indonesia menuju visi Indonesia Emas 2045.

Dalam konteks kegiatan Safari Subuh, M. Sofyan menjelaskan bahwa hal ini merupakan implementasi program Masjid Mandiri, yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masjid di Kota Medan. Pemko Medan turut memberikan bantuan, termasuk hibah untuk pembangunan dan renovasi masjid, bantuan sosial untuk kelompok masyarakat, serta bantuan untuk usaha dan pendirian koperasi masjid.

“Mari bersama-sama menjaga kebersamaan, membangun peradaban umat Islam, dan mengembangkan ekonomi melalui masjid. Hal ini sesuai dengan visi untuk mewujudkan masjid yang bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga pusat peradaban dan pengembangan ekonomi,” pungkas M. Sofyan.

Baca Berita menarik lainnya dari Batakpost.com di GOOGLE NEWS