Segenap kru batakpost.com mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1445 H/2024, Semoga doa dan usaha kita diterima oleh Allah Swt. Taqabbalallahu minna wa minkum. Selamat Idul Fitri, mohon maaf lahir dan batin.
Lintas Sumut

Pemerintah Kabupaten Dairi Diseminasi Hasil Audit Kasus Stunting Tahap 2 untuk Pencegahan dan Penanganan Masalah

177
×

Pemerintah Kabupaten Dairi Diseminasi Hasil Audit Kasus Stunting Tahap 2 untuk Pencegahan dan Penanganan Masalah

Sebarkan artikel ini
Pemerintah Kabupaten Dairi Diseminasi Hasil Audit Kasus Stunting Tahap 2 untuk Pencegahan dan Penanganan Masalah
Advertisement
Example 300x600
Advertisement

Dairi, 10/12 (Batakpost.com) – Pemerintah Kabupaten Dairi melanjutkan upaya pencegahan stunting dengan mengadakan Diseminasi Hasil Audit Kasus Stunting Tahap 2. Kegiatan ini bertujuan untuk mengidentifikasi risiko terjadinya stunting pada kelompok sasaran, seperti remaja putri, calon pengantin, ibu hamil, ibu bersalin, dan balita stunting yang berbasis keluarga.

Pembukaan diseminasi hasil audit kasus stunting tahap 2 dipimpin oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Dairi, Henry Manik, di Gedung PLUT KUMKM Raja Ekuten Asah Ujung Van Keppas, Kecamatan Sidikalang, pada Jumat (8/12/2023).

Advertisement
banner 325x300
Advertisement


Menurut Henry Manik, kegiatan diseminasi ini bertujuan untuk mengetahui penyebab risiko terjadinya stunting dan memberikan rekomendasi penanganan masalah kasus stunting serta upaya pencegahan yang harus dilakukan di Kabupaten Dairi.

“Diseminasi audit kasus stunting merupakan salah satu strategi untuk menemukan akar penyebab stunting. Sehingga perlu dilakukan pencegahan stunting dengan sebaik mungkin, tepat sasaran, agar tidak terjadi lagi kenaikan kasus stunting khususnya di Kabupaten Dairi,” ungkapnya.

Henry juga menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Dairi telah mengundang tim pakar, seperti spesialis anak dr. Elisabet, spesialis kandungan dr. Bonar Sinaga, dan ahli gizi. Mereka diajak untuk merumuskan akar masalah penyebab stunting di Kabupaten Dairi berdasarkan identifikasi yang telah dilakukan pada bulan November lalu terhadap keluarga berisiko stunting.

“Pertemuan audit kasus stunting ini bertujuan meningkatkan kapasitas dan kualitas peserta, serta petugas kesehatan puskesmas di desa agar memiliki pengetahuan, pemahaman, serta kepedulian terhadap masalah stunting setelah diperoleh hasil diseminasi audit kasus stunting yang dipaparkan,” tambahnya.

Baca Berita menarik lainnya dari Batakpost.com di GOOGLE NEWS