SICC Peduli Alam dan Lingkungan
Dalam rangkaian kegiatan festival juga dilakukan penanaman bibit pohon dan penebaran benih ikan nila sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan dan keberlanjutan ekosistem Danau Toba.
Ketua Steering Committee Toba Caldera Culture Festival, Mora Nasution, mengatakan kegiatan tersebut sejak awal diarahkan untuk memperkenalkan Samosir kepada lebih banyak orang sekaligus membuka peluang bagi generasi muda.
Menurutnya, musik dan paduan suara menjadi medium yang mempertemukan peserta dari berbagai daerah dan negara sekaligus membuka jejaring baru bagi Samosir.
“Dalam pelayanan dan kebutuhan teknis di lapangan, kami merasakan besarnya perhatian dan dukungan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara serta kerja bersama Pemerintah Kabupaten Samosir sebagai tuan rumah,” kata Mora.
Ia berharap SICC dapat terus berkembang dengan menjangkau lebih banyak kelompok paduan suara dari berbagai daerah di Indonesia maupun mancanegara. Mora juga berharap para peserta dan juri internasional yang telah datang ke Samosir dapat membawa cerita tentang daerah tersebut ke jejaring mereka masing-masing.
Ke depan, penyelenggara juga membuka peluang agar Toba Caldera Culture Festival tidak hanya menghadirkan kompetisi paduan suara. “Ke depan, kegiatan ini hadir dalam bentuk yang berbeda. Bukan hanya paduan suara, tetapi subsektor ekonomi kreatif lainnya juga akan kami sentuh, tentunya yang menumbuhkan dan mengembangkan kreativitas generasi muda daerah,” ujarnya.
Dengan berakhirnya rangkaian Toba Caldera Culture Festival 2026, Samosir kembali menegaskan perannya sebagai ruang perjumpaan budaya, seni, pariwisata dan ekonomi kreatif di kawasan Danau Toba.
Kehadiran ribuan peserta dari berbagai daerah dan negara sekaligus menjadi peluang bagi Samosir untuk memperluas jejaring promosi pariwisata dan memperkenalkan kekayaan budaya Batak ke panggung yang lebih luas. (red)
Baca Berita menarik lainnya dari Batakpost.com di GOOGLE NEW













