Medan

Medan Dipilih sebagai Lokasi Kick Off Pencegahan Stunting di Sumut

96
×

Medan Dipilih sebagai Lokasi Kick Off Pencegahan Stunting di Sumut

Sebarkan artikel ini
Medan Dipilih sebagai Lokasi Kick Off Pencegahan Stunting di Sumut
Advertisement
Example 300x600
Advertisement

Medan, 24/6 (Batakpost.com) – Wali Kota Medan, Bobby Nasution, menyambut baik dipilihnya Medan sebagai lokasi Kick Off Pelaksanaan Pengukuran dan Intervensi Serentak Pencegahan Stunting di Sumatera Utara (Sumut). Pernyataan ini disampaikan oleh Kepala Bappeda Medan, Benny Iskandar, yang mewakili Wali Kota dalam Rapat Terbatas di Hotel Grand Aston pada Senin (24/6).

Rapat tersebut dihadiri oleh Deputi Bidang Dukungan Kebijakan Pembangunan dan Pemerataan Pembangunan Sekretariat Wakil Presiden, Suprayoga Hadi, dan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdaprovsu, Agus Tripiyono. Benny Iskandar menjelaskan bahwa kegiatan ini akan dilaksanakan di Posyandu Cendrawasih di Jalan Mustafa 7, wilayah kerja Puskesmas Glugur Darat, Kecamatan Medan Timur.

Benny menuturkan, sasaran kegiatan ini mencakup bayi, balita, calon pengantin, dan ibu hamil dengan jumlah yang bervariasi. Ia menekankan bahwa Pemko Medan terus melakukan intervensi untuk mencegah dan mengatasi stunting.

“Saat ini, capaian intervensi di Medan sudah mencapai 88,10%. Kita bersyukur, namun kita masih menganggap capaian ini masih rendah,” ujarnya.

Benny memaparkan berbagai upaya intervensi yang telah dilakukan, termasuk melakukan sensus dan menyediakan ahli gizi serta tumbuh kembang anak. “Kebetulan Medan memiliki banyak dokter dan ahli di universitas yang bisa kita manfaatkan,” ungkapnya.

Ia menambahkan, dalam melakukan intervensi, Pemko Medan tidak hanya mengandalkan APBD, tetapi juga membangkitkan partisipasi publik. Seluruh anak stunting di Medan memiliki Bapak Asuh dari unsur Forkopimda, perusahaan, dan pimpinan perangkat daerah di lingkungan Pemko Medan.

“Nama program yang diprakarsai Wali Kota Medan ini adalah Bapak Asuh Anak Stunting,” jelas Benny.

Selain itu, Benny menyatakan bahwa kelurahan yang memiliki anak stunting dan kawasan kumuh akan diberikan dana kelurahan yang lebih tinggi. Dengan demikian, kelurahan harus memiliki dan menjalankan program intervensi stunting di wilayahnya.

Medan siap mengawal program pencegahan stunting ini dengan komitmen yang tinggi, demi kesejahteraan generasi masa depan.(int)

 Baca Berita menarik lainnya dari Batakpost.com di GOOGLE NEWS

banner 325x300