Berita UtamaTapanuli Tengah

Korelasi Antara Pesparawi Pelajar dengan Pendidikan Sumatera Utara

139
×

Korelasi Antara Pesparawi Pelajar dengan Pendidikan Sumatera Utara

Sebarkan artikel ini
Seriati Giniting, S.Th
Advertisement
Example 300x600
Advertisement

Oleh: Seriati Ginting, S.Th Guru Agama Kristen SMA Negeri 2 Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah Cabang Dinas X (Sibolga-Tapanuli Tengah)

Terobosan baru telah terlahir di dunia pendidikan Sumatera Utara (Sumut) dengan menggelar kegiatan Ekstrakurikuler keagamaan atau wadah pengembangan potensi bagi siswa-siswi SMA-SMK se- Sumatera Utara melalui Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Jenjang Pelajar SMA-SMK se-Sumut Tahun 2023.

Kegiatan yang dipusatkan di Aula Sisingamangaraja Badan Penjamin Mutu Pendidikan (BPMP) Sumatera Utara, selama dua hari itu (Senin-Selasa, 27-28 Maret 2023) berlangsung sukses dan cukup meriah.

Ribuan siswa-siswi SMA-SMK dari berbagai Cabang Dinas Pendidikan berkumpul untuk mengumandangkan lagu pujian sekaligus menguji kemampuan serta bakat yang dimiliki para siswa.

Lahirnya Pesparawi Jenjang Pelajar SMA-SMK yang dicetuskan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara ini harus diacungin jempol dan dicatat dengan tinta emas. Bagaimana tidak, di usia Pemprovsu yang ke-75 tahun pada tanggal 15 April 2023 yang akan datang, baru di masa Bapak Edy Rahmayadi sebagai Gubernur Sumatera Utara dan Bapak Asren Nasution selaku Kepala Dinas Pendidikan Provinsi terlahir suatu kegiatan yang mulia yang mampu meningkat iman dan taqwa para pelajar khususnya yang beragama Kristen untuk memuji dan memuliakan sang Pencipta.

Lantas apa yang menjadi korelasi (hubungan timbal balik) antara Pesparawi Pelajar dengan Dunia Pendidikan Sumatera Utara?

Mengutip dari sambutan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara, Bapak Kolonel CAJ (Purn) Dr. H. Asren Nasution, M.A, ada 9 hubungannya jika ditilik dari Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Karena dasar dilaksanakannya Pesparawi jenjang pelajar ini adalah Undang-Undang tersebut.

Dalam Pasal 3 UU No 20 Tahun 2003 cukup gamblang dijelaskan bahwa Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Jadi kolerasi yang pertama antara Pesparawi Pelajar dengan Pendidikan Sumatera Utara adalah Bertakwa. Dalam Kitab Mazmur pasal 150 disampaikan, agar memuji Tuhan dengan nyanyian, musik dan tari-tarian. Dan itu diaktualisasikan dalam Pesparawi yang mengajak para siswa untuk mendekatkan diri kepada Tuhan baik itu melalui nyanyian, pujian, musik dan juga tari-tarian.

Sudah barang tentu Tuhan menginginkan nyanyian dan pujian serta musik tarian yang terbaik untuk memuliakan nama-Nya. Melalui Pesparawi para siswa dipilih dan dilatih untuk membawa lagu, musik dan tarian yang terbaik sebagai bukti bahwa mereka memiliki iman kepada Tuhan dan menurut kehendak-Nya.

Korelasi yang kedua adalah, Berakhlak Mulia. Yang dimaksud dengan berakhlak mulia adalah memiliki perilaku dan perbuatan yang baik. Dalam kontingen Pesparawi siswa dilatih untuk mempelajari lagu maupun notasi yang diperlombakan dalam Pesparawi. Selain itu mereka dilatih untuk memiliki rasa empati terhadap sesama anggota yang sedang membutuhkan pertolongan. Dan dapat dipastikan hanya siswa yang memiliki ahlak yang baik yang mampu untuk memberikan pertolongan kepada sesamanya.

Korelasi yang ketiga adalah, Sehat. Kesehatan sangat diperlukan dalam kontingen paduan suara, karena hanya orang yang sehat yang bisa bernyanyi. Dengan terpilihnya para siswa menjadi kontingen Pesparawi, maka siswa harus merawat fisiknya agar tetap sehat dengan mengkonsumsi makanan dan minuman yang  sehat dan olahraga yang teratur. Selain itu juga menjalankan pola hidup yang sehat dengan memperhatikan waktu makan yang benar dan teratur. Karena memang dibutuhkan stamina yang baik untuk mengikuti suatu lomba (Pesparawi).

Korelasi yang keempat adalah, Berilmu. Dalam latihan paduan suara siswa dilatih bagaimana mereka harus bernyanyi dengan benar sesuai partitur yang diberikan berdasarkan nada  dan dinamika yang telah ditentukan dalam partitur. Siswa tentu banyak menerima transfer ilmu dari pelatih bagaimana mereka bernyanyi dengan benar. Sehingga setiap anggota yang bergabung di dalam paduan suara memahami kemampuan yang dari tidak tahu menjadi tahu. Bahkan tidak menutup kemungkinan dapat memiliki ilmu baru dalam memproduksi suara dengan baik yang setiap saat memiliki pembaharuan.

Korelasi yang kelima adalah, Cakap. Yang dimaksud dengan cakap adalah mempunyai kemampuan dan kepandaian untuk mengerjakan sesuatu. Di dalam proses latihan siswa bukan saja cakap dalam suara yang telah dipercayakan tetapi juga dilatih cakap untuk memimpin anggota yang lain secara bergantian. Sehingga setiap anggota harus bisa memimpin dan terpimpin

Korelasi yang keenam adalah Kreatif. Dalam paduan suara siswa dilatih untuk berpikir kreatif dalam memanfaatkan fasilitas yang ada. Kesuksesan dari suatu kontingen paduan suara itu terlahir dari ide-ide dan gagasan yang lahir dari masing-masing anggota paduan suara. Di mana dengan ide itu, maka gerakan atau koreo dari suatu paduan suara bisa dikemas dengan baik. Dengan ikutnya siswa bergabung dalam kontingen Pesparawi, siswa dituntut untuk menjadi siswa kreatif mencari ide-ide yang baik demi kesuksesan performance (pertunjukan) tim mereka.

Korelasi yang ketujuh adalah, Mandiri. Kemandirian dalam Pesparawi dibutuhkan khususnya dalam mempertahankan jenis suara. Karena dalam paduan suara itu ada empat jenis suara (Alto, Soprano, Tenor dan Bass). Kemandirian siswa dalam mempertahankan suaranya harus dibentuk sehingga dia mampu untuk mempertahankan suaranya dan tidak terpengaruh dengan jenis suara yang lain. Siswa juga dilatih untuk mandiri dalam menyelesai masalah yang mereka hadapi selama latihan. Bagaimana mereka  mendapatkan solusi dari setiap masalah yang mereka hadapi dengan problem solving.

Dan ini sangat berkaitan erat dengan kemandirian siswa setiap harinya baik itu saat di sekolah maupun di rumah atau lingkungannya tinggal, bahkan kelak ketika dia sudah tamat dari sekolah akan menjadi orang-orang yang mandiri.

Korelasi yang kedelapan adalah, Demokratis. Dalam Pesparawi dibutuhkan cara berpikir, bersikap, dan bertindak yang menilai sama hak dan kewajiban dirinya dan orang lain atau Demokratis.  Dalam paduan suara siswa dilatih untuk dapat menyetarakan dirinya dengan anggota yang lain, sama berdiri dan sama duduk. Tidak boleh ada yang menonjol apalagi di dalam suara demikian juga dalam berpendapat semua harus harmonis bukan hanya dalam suara tapi dalam sikap dan prilaku. Kebersamaan harus diutamakan karena memang masing-masing peserta paduan suara memiliki hak yang sama serta bertindak atas kebersamaan bukan karena kemauan sendiri melainkan atas keputusan tim atau kontingen paduan suara yang diikutinya.

Dengan adanya pemahaman demokratis dan kebersamaan yang ditekankan dalam Pesparawi, semakin memantapkan pola pikir dan tindakan siswa dalam bertindak dalam kehidupannya sehari-hari sebagai warga negara.

Dan korelasi yang kesembilan adalah, Tanggung Jawab.  Melalui Pesparawi para siswa dilatih untuk melaksanakan tugasnya dengan penuh tanggung jawab sampai selesai dan tidak menyerah di tengah jalan. Bagaimana dia harus tepat waktu dan serius dalam mengikuti latihan, meskipun ada masalah atau tantangan tidak mudah menyerah. Korelasi tanggung jawab ini dengan Pesparawi sangat bertautan, di mana masing-masing siswa dilatih harus sampai tuntas menyelesaikan tugas atau lagu yang sudah disiapkan dengan masing-masing jenis suara yang dipercayakan oleh pelatihnya.

Dengan berkaca dari Undang-Undang No 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional ini, sudah sangat tepat tindakan yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Utara yang dipimpin oleh Bapak Letjen TNI (Purn) Edy Rahmayadi melalui Dinas Pendidikannya untuk mengadakan Pesparawi Jenjang Pelajar tingkat SMA dan SMK. Karena di Kurikulum Merdeka Belajar sekarang ini tidak hanya kemampuan akademik saja yang diunggulkan, melainkan dari berbagai sisi termasuk dari bakat dan talenta para siswa.

Pesparawi Jenjang Pelajar adalah jembatan atau media untuk mewujudkan bakat dan cita-cita siswa SMA dan SMK untuk melanjutkan cita-cita dan pendidikan mereka, karena di Pesprawi mental dan spiritual serta kebersamaan para siswa telah terbentuk.

Dan kesembilan korelasi antara Pesparawi Pelajar dengan Pendidikan Sumatera Utara cukup berkesinambungan, karena Pemerintah Provinsi Sumatera Utara telah menetapkan misinya dalam bidang pendidikan yaitu; Mewujudkan Masyarakat Sumatera Utara yang bermartabat dalam pendidikan, yaitu masyarakat yang terpelajar, berkarakter, cerdas, kolaboratif, berdaya saing, dan mandiri.

Sukses atas pelaksanaan Pesparawi Jenjang Pelajar SMA-SMK se- Sumatera Utara untuk yang pertama kalinya.

Kiranya kegiatan ini berkelanjutan setiap tahunnya bahkan dapat dilanjutkan ke ajang Pesparawi Jenjang Pelajar SMA-SMK tingkat Nasional, seperti halnya Pesparawi kategori Umum yang memperebutkan Piala Presiden Republik Indonesia. (*)

 

banner 325x300