Ketua TP PPK Taput Berikan Bantuan Sekaligus Ajak Masyarakat Menebar Kasih

Tapanuli Utara64 Dilihat

Taput, 30/4 (Batakpost.com)- Perhatian dan gerak cepat dari Ketua TP PKK Tapanuli Utara bersama Dinas Sosial terhadap korban bencana angin puting-beliung yang terjadi di Desa Sigotom, Kecamatan Pangaribuan, patut untuk diapresiasi. Hal itu sebagai bukti dan wujud kepedulian dari Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara yang dipimpin Bupati Nikson Nababan terhadap masyarakatnya.

Untuk meringankan beban para korban, Ketua TP PKK Tapanuli Utara, Ny Satika Nikson Nababan didampingi Kadis Sosial Bahal Simanjuntak, Camat Pangaribuan Mitsu Gultom serta Kapolsek-Danramil Pangaribun, menyerahkan bantuan bagi 195 korban bencana angin puting-beliung bertempat di Gereja HKBP Godung Borotan, Kecamatan Pangaribuan, Tapanuli Utara, Jumat  (29/4/2022).

Bencana angin puting-beliung yang disertai dengan hujan es terjadi pada hari Rabu (27/4) yang menimpa 195 rumah yang terdapat di 4 desa, yaitu, desa Sigotom Timur sebanyak 19 rumah, desa Godung Borotan sebanyak 64 rumah, desa Parratusan sebanyak 41 rumah dan desa Dolok Nauli sebanyak 71 rumah.

Baca Juga:  Bupati Nikson: Konsep Food Estate di Taput Harapan Baru Bagi Masyarakat

BACA JUGA: Satika Simamora: Perempuan Kristen Harus Menjadi Teladan

Kepada 195 masyarakat yang menjadi korban angin putting-beliung, diberikan bantuan uang dari Dinas Sosial. Selain itu juga mendapat bantuan beruba sembako (beras, gula, telur, mie instan). Dan kepada seluruh masyarakat yang hadir, juga diberikan bingkisan susu.

“Ini bentuk ujian bagi kita semua agar selalu mengingat kebesaran Tuhan. Doa kita semua semoga tidak ada lagi bencana atau musibah seperti ini diwaktu yang akan datang,” kata Ketua TP PKK Taput, Ny Satika Simamora mengawali sambutannya.

Baca Juga:  Ini Keputusan Bupati Taput Antisiasi Dampak Kenaikan BBM
Bersama dengan Forkopimka Pangaribuan, Ketua TP PKK Taput, Ny Nikson Nababan dan Kadis Sosial Bahal Simanjuntak saat mengunjungi korban bencana angin puting beliung dan hujan es yang terjadi di negeri Sitgotom Tapanuli Utara. (Batakpost.com/Humas Pemkap Taput).

Dikatakannya, filosofi “Huhaholongi do ho” mengajarkan kita untuk saling mengasihi. Seandainya ada persoalan antar sesama, dengan filosofi  “Huhaholongi do ho” kita akan mengurungkan niat untuk berkelahi, sehingga akan terjadi damai sejahtera.

“Pergunakanlah hati kita ini sebagai saluran kasih sayang dimanapun kita berada sehingga kita semakin diberkati Tuhan. Kita semua adalah keluarga, susah senang selalu bersama. Mari kita nikmati dan bersama-sama mendukung segala pembangunan yang telah dilakukan Pemerintah Taput,” ajak Satika.

Baca Juga:  Ini Petunjuk Danrem 023/KS Bagi Wilayah Korem Yang Dilanda Bencana

BACA JUGA: Satika Simamora: Perempuan Kristen Harus Menjadi Teladan

Sebelumnya, Kadis Sosial Taput, Bahal Simanjuntak mengharapkan agar masyarakat tetap semangat walaupun sedang menghadapi ujian lewat peristiwa angin puting beliung.

“Ini bentuk kepedulian Pemerintah Daerah kepada warganya yang tertimpa musibah. Bapak Bupati menyampaikan salam karena beliau lagi kunjungan kerja di desa. Kami juga akan menyempurnakan data korban dengan berkoordinasi dengan Camat dan Para Kepala Desa,” ujar Bahal.

Nimrot Simanjuntak (67) perwakilan dari korban mengungkapkan rasa haru atas perhatian dari Pemkab Tapanuli Utara beserta jajaran. “Bapak Bupati dan Ibu sangat tanggap atas musibah yang kami hadapi dua hari yang lalu. Dengan kehadiran Ibu Bupati bersama rombongan untuk menyerahkan bantuan dan memberikan penghiburan, kami sangat bersyukur. Doa kami untuk Bapak dan Ibu Bupati selalu disertai Tuhan dalam memimpin masyarakatnya,” ucapnya. (red)