Berita UtamaNasional

Jokowi: Ada 6 Negara Besar Berbicara Khusus Membahas Artificial Intelligence (AI)

384
×

Jokowi: Ada 6 Negara Besar Berbicara Khusus Membahas Artificial Intelligence (AI)

Sebarkan artikel ini
Presiden Joko Widodo saat menyampaikan sambutan dalam acara pembukaan Kongres PWI ke XXV di Istana Negara. Dalam sambutannya Presiden mengatakan bahwa ada 6 negara besar di dunia secara khusus membahas tentang Artificial Intelligence (AI). (Batakpost.com/tangkapan layar youtube kompas.tv)
Advertisement
Example 300x600
Advertisement

Jakarta, 28/9 (Batakpost.com)- Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan bahwa ada 6 negara besar di dunia secara khusus membahas tentang Artificial Intelligence (AI) di waktu hari terakhir pelaksanaan G20 di India. Presiden menangkap dalam pembahasan negara besar itu, ada ketakutan yang amat sangat tentang kehadiran AI.

Hal itu diungkapkan Presiden Jokowi di hadapan para peserta Kongres Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) se-Indonesia sewaktu membuka Kongres di Istana Negara, Jakarta, Senin (25/9/2023), tanpa menyebut nama keenam negara itu.

“Saya tahu dunia jurnalistik khususnya industri media sekarang ini sedang tidak baik-baik saja. Saya sering mendengar bisikan-bisikan itu, karena semakin banyaknya tantangan terutama kemajuan digital. Dan semua negara merasakan hal yang sama tentang dunia persnya, karena memang dunia digital ini tidak bisa kita hentikan dan tidak bisa juga kita suruh stop,” ujarnya.

Demikian juga dengan kehadiran AI yang begitu cepat, bahkan dalam menulis naskah, skrip, narasi, serta membawakan berita sudah bisa mempergunakan AI. Artinya, kemajuan digital itu cukup cepat, sementara regulasinya selalu terlambat, karena belum selesai lagi mempelajari yang satu, sudah muncul lagi yang baru seperti AI ini.

Oleh karena itulah kata Presiden, payung besar regulasi tentang transformasi digital harus dibuat dengan lebih holistik. Di mana industri kreatif, UMKM, harus dipayungi dari terjangan dunia digital.

“Ini yang sedang dikerjakan oleh pemerintah, agar perkembangan teknologi itu seperti yang diharapkan masyarakat, yaitu bisa menciptakan potensi ekonomi baru dan bukan membunuh ekonomi yang sudah ada,” tegas Jokowi. (Jasgul)

Baca Berita menarik lainnya dari Batakpost.com di GOOGLE NEWS

banner 325x300