Berita UtamaInternasional

Indonesia Negara Pertama yang Akan Dikunjungi Paus Fransiskus September Mendatang

134
×

Indonesia Negara Pertama yang Akan Dikunjungi Paus Fransiskus September Mendatang

Sebarkan artikel ini
Paus Fransiskus melambaikan tangan dari loggia tengah basilika Santo Petrus selama pesan Paskah 'Urbi et Orbi' dan berkat untuk Kota dan Dunia sebagai bagian dari perayaan Pekan Suci, di Vatikan pada tanggal 31 Maret 2024.(TIZIANA FABI)
Advertisement
Example 300x600
Advertisement

Jakarta, 3/7 (Batakpost.com)– Indonesia akan menjadi negara pertama yang dikunjungi Paus Fransiskus, yakni pada 3-6 September 2024 mendatang. Selanjutnya pemimpin Gereja Katolik Dunia itu akan mengunjungi Papua Nugini (Port Moresby dan Vanimo) pada 6-9 September 2024. Lalu ke Timor Leste (Dili) pada 9-11 September 2024 dan Singapura pada 11-13 September 2024.

Perjalanan tersebut menjadi perjalanan apostolik ke luar negeri ke-43 bagi Paus yang berusia 87 tahun tersebut.

Rencana kunjungan Paus Fransiskus ke Indonesia ini sudah dipersiapkan oleh Kementerian Luar Negeri beserta pimpinan umat Katolik di Indonesia. Dalam kunjungan tersebut, Paus dijadwalkan akan mengikuti sejumlah kegiatan.

Mulai dari acara kenegaraan bersama Presiden Joko Widodo, lawatan ke Masjid Istiqlal Jakarta, pertemuan dengan perwakilan Gereja Katedral Jakarta, hingga ibadah akbar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK).

“Mengunjungi wakil-wakil dari para imam, para bruder, suster, awam, di sini, tapi ya hanya Katedral kan kecil ya. Yang acara paling besar itu di Gelora Bung Karno. Itu ibadah,” kata Uskup Agung Jakarta, Kardinal Ignasius Suharyo saat wawancara dengan Kompas.com di Jakarta, Selasa (18/6/2024).

Sementara itu, Suharyo mengungkapkan bahwa kunjungan Paus ke Masjid Istiqlal tidak akan lama, hanya sekitar satu jam.

“Tidak tahu nanti bagaimana pertemuan di Istiqlal itu diatur. Tetapi, biasanya, kalau Paus hadir di pertemuan seperti itu, itu singkat. Paling lama satu jam,” terangnya.

“Paling lama satu jam. Nah saya tidak tahu yang di Istiqlal. Tapi kalau yang di (Gereja Katedral), itu sudah dijelaskan dari Vatican yang menentukan acara itu,” sambung dia.

Suharyo menambahkan, kedatangan Paus ke Indonesia kali ini hanya di Jakarta saja karena waktu yang singkat.

Berbeda dengan tahun 1989, ketika Paus datang untuk kedua kalinya ke Indonesia. Saat itu ia memiliki waktu yang lebih panjang, sehingga bisa meluangkan waktu bepergian ke daerah-daerah lainnya.”Karena, kali ini, Paus kan hanya hadir di Jakarta. Sementara, ketika 1989 itu kan Paus 10 hari di Indonesia. Jadi yang dikunjungi bermacam-macam. Itu pasti beda,” imbuh dia.

Diberitakan sebelumnya, Paus Fransiskus akan memulai perjalanan apostoliknya ke kawasan Asia Pasifik pada 3 September 2024. (red/kompas)

Baca Berita menarik lainnya dari Batakpost.com di GOOGLE NEWS

banner 325x300