Berita UtamaTapanuli Utara

IAKN Tarutung Gelar Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat Tentang Edukasi Pencegahan Stunting dan Sosialisasi Moderasi Beragama

991
×

IAKN Tarutung Gelar Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat Tentang Edukasi Pencegahan Stunting dan Sosialisasi Moderasi Beragama

Sebarkan artikel ini
Rektor IAKN Tarutung, Prof.Dr. Ir. Albiner Siagian, M.Si, bersama Tim Monitoring Dirjen Bimas Kristen, Sri Mulyani, S.Th., MM dan Susanti, ST, Panitia, Penyuluh Agama Kristen Kabupaten Toba foto bersama di Desa Janji Matogu pada acara Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat Tentang Edukasi Pencegahan Stunting dan Sosialisasi Moderasi Beragama oleh IAKN Tarutung. (Batakpost.com/Doc IAKN)
Advertisement
Example 300x600
Advertisement

Tarutung, 1/7 (Batakpost.com)– Rektor Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Tarutung, Sumatera Utara, Prof. Dr. Ir. Albiner Siagian, M.Si, membuka secara resmi kegiatan Sosialisasi Moderasi Beragama dan Pencegahan Stunting di tiga Kabupaten di kawasan Danau Toba, yaitu; Kabupaten Toba, pada Senin (24/6/2024), Kabupaten Tapanuli Utara, Selasa (25/6/2024), Kabupaten Humbang Hasundutan, Rabu (26/6/2024). Kegiatan tersebut dihadiri 630 orang warga desa.

Dalam acara pembukaan tersebut, Rektor IAKN Tarutung menyampaikan bahwa program itu sejalan dengan perintah agama untuk menyiapkan generasi yang moderat dan kuat di masa depan. Program ini juga sejalan dengan program nasional dalam percepatan penurunan stunting.

Dia juga menyampaikan bahwa Sosialisasi Moderasi Beragama dan Pencegahan Stunting adalah upaya penting dalam menyiapkan generasi bangsa yang berkualitas. Untuk itulah Rektor mengajak para masyarakat untuk senantiasa mengkonsumsi sayuran dan buah-buahan lokal, yang tidak kalah bagusnya dengan sayuran atau buah-buahan impor lainnya.

Pencegahan stunting juga jangan hanya berkutat di hilir saja, untuk itu diperlukan upaya pencegahan sejak dari hulu.

Menurut Rektor IAKN Tarutung ini, pencegahan stunting bukan hanya perintah negara, melainkan juga perintah agama. Menurutnya, bayi yang lahir saat ini merupakan generasi pemimpin di masa mendatang yang harus disiapkan, baik dari aspek kesehatan fisik, mentalitas, maupun spiritualitasnya.

“Karena dalam rangka mempersiapkan generasi terbaik merupakan tugas agama juga, maka pencegahan stunting juga tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga semua warga bangsa. Karenanya, diperlukan upaya kolaboratif dari seluruh stakeholder,” ujarnya baru-baru ini.

Dalam kegiatan tersebut juga dilibatkan para penyuluh agama di tiga kabupaten. Hal ini diperlukan agar upaya pencegahan stunting dimulai dari hulu.

Rektor juga meminta para penyuluh agama untuk terlibat dan berkolaborasi dalam program tersebut.

Selanjutnya Baca: Untuk Memberikan…

banner 325x300