G20 Tinggalkan Uang Rp 10 Triliun di Bali

Ekonomi858 Dilihat

Bali, 9/12 (Batakpost.com)- Selain berlangsung sukses dan aman, pelaksanaan G20 di Bali pada bulan November 2022 kemarin, meninggalkan uang lebih kurang Rp 10 triliun.

Uang tersebut adalah uang belanja dan kebutuhan para peserta G20 selama di Bali.

Hal itu terungkap pada acara Diskusi Hasil Presidensi G20 Indonesia 2022 yang bertemakan “Menegok Capaian dan Dampak Presidensi G20 Indonesia 2022” yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia (BI) di Intercontinental Resort, Bali, Jalan Raya Uluwatu no 45, Jimbaran, Rabu (7/12/2022).

Baca Juga:  Ekonom Fithra Fasial: Soal Danau Toba Jangan Khawatir, Ada Bapak Luhut di Sana

“Selama pelaksanaan G20, sekitar Rp 10 trilun uang tinggal di Bali. Itu mulai dari uang belanja dan biaya kebutuhan serta penginapan (Hotel) sejak persiapan sampai selesai pelaksanaan G20. Dan jumlah itu sepuluh kali lipat dibanding biaya yang dikeluarkan pemerintah untuk perhelatan G20, yang jumlahnya lebih kurang Rp 1 triliun,” kata Fithra Faisal Hastiadi, Ph.D, Direktur eksekufit Next Policy, ekonom, peneliti, dan pengajar di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia.

Dia juga menegaskan, selain mendapatkan benefit dari materi, keuntungan paling utama adalah, di mana ada 19 negara yang siap untuk berinvestasi ke Indonesia, dan itu tertuang dalam perjanjian atau MoU G20. “Janji inilah yang akan kita tagih kepada para negara-negara yang sudah sepakat di G20 kemarin,” ujar Fithra.

Baca Juga:  Martin Manurung: Kekompakan Walikota dan Bupati Tapteng Modal Kuat Membangun Kedua Daerah

Lebih lanjut Fithra menyampaikan, sebenarnya ada tiga dampak dari G20. Yaitu, dampak jangka pendek, menegah dan panjang.

Untuk jangka…