Diduga Karena Himpitan Ekonomi, Pria Paruh Baya di Tapteng Nekat Gantung Diri

Tapteng, 11/9 (Batakpost.com)- Entah apa yang merasuki pikiran pria paruh baya berinisial NS yang bekerja sebagai Satpam di PT Nauli Sawit di Kecamatan Andam Dewi, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di rumahnya, Minggu (10/9/2023).

Menurut penuturan istri korban HN (45), bahwa pada hari Minggu itu sekira pukul 13.30 WIB, dia pergi ke Kantor Desa untuk mengikuti kegiatan Ibu-ibu PKK. Sementara suaminya ditinggal di rumah bersama dengan anaknya VSS (14).

Dan sekitar pukul 14.00 WIB, anak korban melihat ayahnya sudah tergantung di kamar mandi rumah mereka. Melihat hal itu, dia pun langsung memberitahukan kepada abang sepupu korban MS (58). Setelah dicek, korban sudah meninggal dunia.

Pihak kepolisian dari Polsek Barus yang turun ke lokasi membenarkan kejadian tersebut. Menurut Kapolsek AKP Heryanto, sesuai dengan pengakuan dari keluarga korban, bahwa korban nekat gantung diri karena diduga akibat himpitan ekonomi.

Setelah melakukan pemeriksaan oleh tim medis, jenazah korban diserahkan kepada pihak keluarga untuk disemayamkan di rumah duka di Dusun II Desa Lobutua, Kecamatan Andam Dewi.

Baca Juga:  Hasil Survey Status Gizi Indonesia 2022, Prevalensi Stunting di Samosir Menurun

Pihak keluarga juga sudah membuat surat pernyataan tidak bersedia dilakukan outopsi terhadap korban, dan menerima kematian korban yang nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri. (red)

Baca Berita menarik lainnya dari Batakpost.com di GOOGLE NEWS