Di Bali Ada Tempat Peribadatan Lima Agama Dalam Satu Kompleks

Bali, 22/1 (Batakpost.com)- Jika anda berkunjung ke Bali, belum lengkap rasanya kalau belum mengunjungi kawasan Desa Kampial, Kelurahan Benoa, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali.

Pasalnya dari kawasan ini terpancar pesan toleransi yang cukup kental, karena berdiri lima tempat peribadatan lima agama yang diakui oleh Negara Republik Indonesia dalam satu kompleks.

Yang luar biasanya dari kawasan Jalan Raya Kurusetra tempat berdirinya kelima rumah ibadah ini tidak pernah terjadi gesekan dalam menjalankan keyakinan masing-masing sejak didirikan sekitar tahun 1996 sampai sekarang.

Baca Juga:  Gereja HKBP Jordan Perancis Diresmikan, Darwin: Ini Niat Tulus Saya

Kehadiran lima rumah ibadah yang diberi nama Puja Mandala ini menjadi tujuan wisata jika datang Pulau Dewata, karena wisatawan bisa beribadah sekaligus berwisata.

Batakpost.com yang berkesempatan mengunjungi Puja Mandala baru-baru ini sangat kagum atas pesan toleransi yang digambarkan masyarakat Bali. Masyarakat Bali menunjukkan kepada dunia arti keharmonisan dalam perbedaan, yang dibalut pada semboyan Negara Indonesia “Bhineka Tunggal Ika” (Biar berbeda-beda tetap satu jua).

Ada pun kelima rumah yang berdiri kokoh di Puja Mandala yaitu; Masjid Agung Ibnu Batutah, Gereja Katolik Maria Bunda Segala Bangsa, Vihara Buddha Guna, Gereja Kristen Protestan di Bali (GKPB) Bukit Doa, dan Pura Jagat Natha.

Baca Juga:  19 Rumah Ibadah di Taput Terima Dana Hibah, Bupati: Suksesnya Pembangunan Berkat Kerukunan Umat Beragama

Herman (37) guru ngaji di Masjid Agung Inu Batutah yang ditemui batakpost menjelaskan, bahwa di masa pandemi kawasan itu sepi pegunjung, karena kegiatan peribadatan juga tidak berjalan normal. Barulah di awal-awal 2022 sudah mulai ada pegunjung ketika pandemi sudah melandai.

Terkait keberadaan..