Otomotif

BYD Investasi USD 1 Miliar di Turki untuk Bangun Pabrik Mobil Listrik dan R&D Center

109
×

BYD Investasi USD 1 Miliar di Turki untuk Bangun Pabrik Mobil Listrik dan R&D Center

Sebarkan artikel ini
BYD Investasi USD 1 Miliar di Turki untuk Bangun Pabrik Mobil Listrik dan R&D Center
Advertisement
Example 300x600
Advertisement

Jakarta, 12/7 (Batakpost.com) – BYD, perusahaan mobil listrik asal China, secara resmi menanamkan investasi sebesar USD 1 miliar (sekitar Rp16,3 triliun) di Turki untuk membangun pabrik produksi mobil listrik dan pusat riset dan pengembangan. Pengumuman ini dilakukan melalui situs resmi perusahaan pada Kamis (11/7/2024).

Menurut laporan dari Nikkei Asia, BYD memilih Turki sebagai lokasi investasi besar-besaran ini karena negara tersebut memiliki basis otomotif dan teknologi yang kuat serta infrastruktur yang mendukung. Turki tidak hanya dapat memenuhi pasar domestik, tetapi juga pasar ekspor dengan efisiensi logistik yang tinggi.

“Keunggulan Turki seperti ekosistem teknologi yang berkembang, basis pemasok yang kuat, lokasi strategis, dan tenaga kerja terampil, membuat investasi BYD dalam fasilitas produksi baru ini dapat meningkatkan kemampuan produksi lokal dan memenuhi permintaan kendaraan energi baru yang terus meningkat di Eropa,” demikian pernyataan resmi dari BYD.

Menteri Perindustrian dan Teknologi Turki, Mehmet Fatih Kacir, menambahkan bahwa Turki merupakan produsen mobil terbesar ketiga di Eropa. Transformasi menuju kendaraan listrik dan ramah lingkungan menjadi fokus utama sektor otomotif Turki, yang juga menjadi sektor unggulan dalam ekspor dengan volume tahunan mencapai lebih dari USD 35 miliar.

Pabrik BYD di Turki direncanakan akan mulai beroperasi pada akhir 2026. Pabrik ini tidak hanya akan menjadi fasilitas produksi mobil listrik, tetapi juga akan menjadi pusat inovasi teknologi terbaru dalam pengembangan kendaraan ramah lingkungan. Proyek ini diharapkan akan menciptakan sekitar 5.000 lapangan kerja lokal dan memproduksi sekitar 150.000 unit mobil listrik setiap tahunnya.

Investasi BYD di Turki juga menjadi langkah strategis untuk menghadapi regulasi pajak yang diberlakukan oleh Uni Eropa terhadap kendaraan listrik buatan China. Dengan memproduksi mobil di Turki, BYD dapat menghindari tarif tambahan yang diberlakukan Uni Eropa terhadap mobil listrik yang diimpor dari China, sehingga memperkuat posisi pasar BYD di Eropa.

Ini juga menandai kehadiran BYD sebagai pabrikan mobil asing terbaru di Turki setelah sekian lama tidak ada merek baru yang mendirikan pabrik di negara ini. Sebelumnya, Honda adalah merek mobil asing terakhir yang mendirikan pabrik di Turki pada tahun 1997 sebelum menarik diri pada 2021.

BYD, yang masuk pasar Turki pada Oktober 2023 dengan model Atto 3, akan memperluas cakupan pasar dan meningkatkan daya saingnya di Eropa melalui pabrik ini. Turki, sebagai jembatan antara Asia dan Eropa dengan sejumlah perjanjian perdagangan bebas, memberikan BYD akses yang strategis untuk memperluas operasinya di pasar global kendaraan listrik yang berkembang pesat.(int)

Baca Berita menarik lainnya dari Batakpost.com di GOOGLE NEWS

banner 325x300