Tapsel, 14/6 (Batakpost.com)– Bupati Tapanuli Selatan H. Gus Irawan Pasaribu mengajak masyarakat Sipirok agar bangkit pascabecana banjir yang terjadi pada tanggaln 25 November 2025 lalu lewat program Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan bunga 0 persen.
Ajakan itu disampaikan Bupati dalam sosialisasi Pertanian bersama masyarakat Kecamatan Sipirok yang digelar di Aula Kantor Camat Sipirok, Rabu (10/06/2026).
Program KUR bunga 0 persen tersebut merupakan hasil usulan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan kepada pemerintah pusat sebagai bagian dari program rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana selama tiga tahun ke depan.
Dalam arahannya, Bupati Gus Irawan mengajak masyarakat untuk bangkit dari dampak bencana melalui berbagai program pemulihan ekonomi yang telah diperjuangkan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan bersama pemerintah Provinsi dan Pusat.
“Kita bersyukur pemerintah pusat memberikan perhatian besar kepada Tapanuli Selatan sebagai daerah terdampak bencana. Salah satunya melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan bunga nol persen yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk memulihkan usaha pertanian, peternakan maupun usaha produktif lainnya,” ujar Gus Irawan.
Mantan Anggota DPR RI ini menegaskan bahwa pemulihan ekonomi tidak harus selalu dilakukan dengan kembali ke pola usaha lama. Bagi lahan pertanian yang mengalami kerusakan berat akibat banjir dan tertimbun pasir atau batu, masyarakat dapat mengalihkan usaha ke sektor yang lebih memungkinkan seperti budidaya jagung, peternakan ayam petelur, perikanan maupun usaha produktif lainnya.
“Kita harus mencari solusi. Kalau sawah belum bisa ditanami seperti biasa karena tertimbun material banjir, masyarakat masih bisa memanfaatkan program ini untuk menanam jagung atau beternak. Yang penting ekonomi keluarga tetap bergerak,” katanya.
Gus Irawan juga mengungkapkan bahwa Pemkab Tapsel tengah membangun pola pertanian terintegrasi dengan peternakan. Salah satu langkah yang dilakukan adalah menjalin kerja sama dengan perusahaan pakan ternak untuk memastikan ketersediaan pasar hasil produksi jagung petani.
Menurutnya, kebutuhan jagung untuk bahan baku pakan ternak di Sumatera Utara masih sangat besar, sementara sebagian besar pasokannya masih didatangkan dari luar Pulau Sumatera.
Selain pengembangan jagung, Bupati juga menyoroti potensi komoditas unggulan Tapanuli Selatan seperti salak yang akan menjadi salah satu fokus pengembangan sektor pertanian pada tahun 2027 melalui dukungan teknologi dan pengembangan bibit unggul.
Selanjutnya Baca: Sementara itu…













