Aslab

Bupati Asahan Membuka Kegiatan Sosialisasi dan FGD Cagar Budaya

86
×

Bupati Asahan Membuka Kegiatan Sosialisasi dan FGD Cagar Budaya

Sebarkan artikel ini
Bupati Asahan Membuka Kegiatan Sosialisasi dan FGD Cagar Budaya
Advertisement
Example 300x600
Advertisement

Asahan, 28/6 (Batakpost.com) – Bupati Asahan, H. Surya BSc, membuka kegiatan sosialisasi dan Forum Grup Diskusi (FGD) Cagar Budaya Kabupaten Asahan yang berlangsung di Aula Melati, Kantor Bupati Asahan. Acara ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting, termasuk Rektor Universitas Asahan Prof. Dr. Tri Harsono, M.Si., Kepala Bappeda Kabupaten Asahan, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Asahan, Dr. Ery Soedewo, M.Hum dari Badan Riset Inovasi Nasional, Dr. Rosmaida Sinaga, M.Hum dari UNIMED, serta Ketua TP PKK Kabupaten Asahan, Ketua Dharma Wanita, penggiat seni, rekan pers, dan perwakilan dari 14 etnis.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Asahan, Drs. Supriyanto, M.Pd, dalam laporannya menyatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kepedulian, kesadaran, dan apresiasi masyarakat terhadap cagar budaya di Kabupaten Asahan. Dengan tema “Melindungi Cagar Budaya, Menyelamatkan Peradaban Kabupaten Asahan”, kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian program tahun 2023-2024 yang fokus pada identifikasi, penetapan, perlindungan, dan pemanfaatan cagar budaya.

Pada tahun 2023, telah dilakukan identifikasi Objek Diduga Cagar Budaya (ODCB) yang berhasil mencatat 60 ODCB. Dinas Pendidikan Kabupaten Asahan bekerja sama dengan Universitas Negeri Medan telah mengadakan lomba pembuatan konten video kreatif tentang cagar budaya yang menghasilkan 12 video terbaik.

Bupati Asahan, H. Surya BSc, dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada Universitas Negeri Medan dan Dinas Pendidikan Kabupaten Asahan atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia menekankan pentingnya kepedulian, kesadaran, dan apresiasi masyarakat terhadap cagar budaya di Kabupaten Asahan. Menurutnya, penetapan, perlindungan, dan pemanfaatan cagar budaya adalah amanat Undang-Undang No. 11 tahun 2010 tentang Cagar Budaya.

Surya menyatakan bahwa peninggalan sejarah, baik berupa benda seperti situs, bangunan, dan artefak, maupun non-benda seperti sistem pengetahuan, bahasa, tradisi, seni, keterampilan maritim, dan pertanian, merupakan warisan penting yang tak ternilai harganya bagi masyarakat Kabupaten Asahan. Warisan ini harus dijaga, dikembangkan, dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

Pada tahun ini, Pemerintah Kabupaten Asahan bekerja sama dengan Universitas Negeri Medan melaksanakan empat kegiatan utama terkait cagar budaya:
1. Strategi penyelamatan cagar budaya di Kabupaten Asahan.
2. Penetapan cagar budaya dengan pembentukan tim ahli dan pemberian rekomendasi penetapan cagar budaya.
3. Perlindungan cagar budaya dengan pendirian penanda objek cagar budaya di 60 ODCB yang telah diinventarisasi pada tahun 2023.
4. Pemanfaatan cagar budaya melalui produk video konten kreatif yang dihasilkan oleh masyarakat Kabupaten Asahan dari berbagai tingkatan pendidikan.

Melalui kegiatan sosialisasi dan FGD ini, diharapkan masyarakat luas dapat mengetahui, menghargai, dan memelihara cagar budaya yang ada di Kabupaten Asahan.

Bupati Asahan H. Surya BSc juga meluncurkan aplikasi website cagar budaya Kabupaten Asahan, didampingi oleh Rektor Universitas Asahan Prof. Dr. Tri Harsono, M.Si., Kepala Bappeda Kabupaten Asahan, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Asahan, Dr. Ery Soedewo, M.Hum, Dr. Rosmaida Sinaga, M.Hum, serta tokoh-tokoh penting lainnya.

Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, Bupati Asahan secara resmi membuka kegiatan “Sosialisasi dan Forum Grup Diskusi Cagar Budaya Kabupaten Asahan”.(int)

Baca Berita menarik lainnya dari Batakpost.com di GOOGLE NEWS

banner 325x300