Berita UtamaGaya Hidup

Bunda Shantie: Berawal dari Coba-Coba di TikTok, Kini Jadi Kreator Affiliate dan Pemilik Agensi Live

×

Bunda Shantie: Berawal dari Coba-Coba di TikTok, Kini Jadi Kreator Affiliate dan Pemilik Agensi Live

Sebarkan artikel ini
Bunda Shantie. (Batakpost.com/red)
Advertisement
Example 300x600
Advertisement

Jakarta, 3/10 (Batakpost.com)– Dunia digital mempertemukan Bunda Shantie dengan perjalanan baru yang sebelumnya tidak pernah direncanakannya. Berawal dari sekadar mencoba TikTok di tengah pandemi COVID-19 pada 2020, ia kini aktif sebagai kreator konten, affiliate creator, kreator TikTok One, sekaligus mengelola agensi live TikTok.

Ketertarikannya terhadap TikTok bermula ketika Bunda Shantie baru sekitar enam bulan menetap di Bali. Saat aktivitas masyarakat dibatasi akibat pandemi, ia membuat akun TikTok untuk mengisi waktu luang.

IKLAN
IKLAN

Keputusan tersebut sempat mendapat respons dari sang suami. Namun, Bunda Shantie tetap melanjutkan aktivitasnya di platform tersebut.

“Awalnya benar-benar iseng. Saya buka akun TikTok tahun 2020 dan sempat dimarahin suami. Tapi saya tetap nekat,” ujarnya.

Tidak berhenti pada pembuatan video, Bunda Shantie kemudian mencoba fitur live streaming. Dari aktivitas tersebut, seorang rekruter agensi live TikTok menemukan akunnya dan menawarkan kerja sama.

Pada awalnya ia tidak langsung menerima tawaran tersebut. Setelah beberapa kali dihubungi, akhirnya ia memutuskan untuk mencoba bergabung dengan agensi.

“Awalnya saya tidak tertarik. Tapi karena terus dihubungi, akhirnya saya pikir daripada terus diganggu, ya sudah saya coba bergabung,” katanya.

Berawal sebagai Talent, Kemudian Menekuni Dunia Agensi

Setelah menjadi bagian dari agensi, Bunda Shantie mulai lebih rutin melakukan live streaming dan mengikuti PK atau pertandingan antarkreator di TikTok.

Aktivitas yang awalnya hanya untuk mencoba pengalaman baru ternyata membuahkan sejumlah pencapaian. Ia pernah meraih posisi juara pertama di agensinya dan berhasil masuk dalam jajaran 10 besar PK Legend.

Pengalaman tersebut membuatnya semakin memahami bagaimana ekosistem live streaming bekerja. Tidak hanya menjalani peran sebagai talent, Bunda Shantie kemudian membangun dan mengelola agensi live TikTok.

Pengalaman dari dua sisi tersebut membuatnya memiliki pemahaman mengenai kebutuhan kreator sekaligus tantangan dalam mengembangkan talent.

Mulai Menekuni Affiliate TikTok

Setelah cukup lama aktif dalam dunia live streaming, Bunda Shantie mencoba mengembangkan aktivitasnya ke bidang affiliate TikTok.

Perjalanannya sebagai affiliate tidak langsung dimulai dengan banyak tawaran dari brand. Pada masa awal, ia belum memperoleh banyak endorsement maupun sample produk.

Alih-alih menunggu datangnya tawaran, ia memanfaatkan barang-barang yang sudah tersedia di rumah sebagai bahan konten.

“Waktu itu belum ada yang endorse dan belum ada yang kasih sample. Jadi saya pakai produk yang ada di rumah. Yang penting saya mulai dulu,” tuturnya.

Ketika program TikTok Shop kembali berjalan setelah mengalami perubahan, Bunda Shantie kembali meningkatkan aktivitas pembuatan video sekaligus mulai mengajukan sample produk kepada sejumlah brand.

Ia terus membuat dan mengunggah konten secara konsisten. Aktivitas tersebut kemudian menarik perhatian sebuah agensi yang menawarkan kesempatan bergabung dalam TikTok Creative Challenge atau TTCC.

Bunda Shantie bergabung sebagai kreator TTCC Batch 2 pada Desember 2023.

Perjalanan dari TTCC ke TikTok One

Bergabung dengan TTCC menjadi salah satu tahapan yang memperluas pengalaman Bunda Shantie dalam pembuatan konten komersial.

Melalui program tersebut, ia mempelajari berbagai teknik membuat konten iklan, termasuk storytelling, menyampaikan selling point produk, hingga mengemas materi promosi agar tetap menarik bagi audiens.

Program tersebut juga mempertemukannya dengan banyak kreator lain sehingga jaringan di dunia digitalnya semakin berkembang.

Seiring perubahan ekosistem kreator TikTok, TTCC kemudian berkembang menjadi TikTok One. Pada 2025, kreator dari TTCC bermigrasi ke TikTok One, termasuk Bunda Shantie.

Hingga kini, ia masih aktif sebagai kreator TikTok One dan mengerjakan berbagai kampanye dari beragam kategori.

Sejumlah brand yang pernah bekerja sama dengannya antara lain Downy, Timephoria, Vanish, Shopee, Biskuat dan sejumlah brand lainnya. Ia juga mengerjakan kampanye dalam kategori jasa keuangan.

Tetap Berkarya di Usia 53 Tahun

Perjalanan Bunda Shantie juga menunjukkan bahwa usia bukan menjadi batas untuk memulai aktivitas di dunia digital.

Saat ini, ia telah berusia 53 tahun. Meski berada di tengah industri kreator yang banyak didominasi generasi muda, Bunda Shantie tetap aktif membuat konten dan mengikuti perkembangan platform.

Menurutnya, perubahan algoritme maupun tren yang terus berganti tidak seharusnya menjadi alasan untuk berhenti berkarya.

“Algoritme turun tidak membuat saya ciut. Saya tetap upload dan konsisten. Kreativitas itu tidak kenal usia. Selama masih bisa kreatif, ya tetap maju,” ucapnya.

Ia menyadari bahwa mengikuti perubahan teknologi, tren, algoritme, hingga format konten bukan sesuatu yang selalu mudah. Namun, Bunda Shantie memilih untuk terus belajar dan mencoba menyesuaikan diri.

Baginya, usia justru menjadi bagian dari perjalanan untuk menunjukkan bahwa proses belajar di dunia digital dapat dilakukan kapan saja.

Membagi Waktu sebagai Kreator dan Caregiver

Di luar aktivitas profesionalnya, Bunda Shantie juga memiliki tanggung jawab keluarga. Ia turut merawat orangtuanya yang tengah menjalani kondisi kanker paru stadium 4.

Situasi tersebut membuatnya harus membagi waktu antara keluarga, pekerjaan sebagai kreator, aktivitas endorsement, serta tanggung jawabnya dalam mengelola agensi.

Meski menghadapi berbagai kesibukan, ia tetap berusaha mempertahankan aktivitas kreatornya.

Bagi Bunda Shantie, konsistensi tidak selalu berarti harus bekerja dengan kondisi yang sempurna. Menurutnya, seseorang tetap dapat berkarya dengan menyesuaikan kemampuan dan keadaan yang sedang dihadapi.

Perjalanan Bunda Shantie di dunia digital berlangsung secara bertahap. Dari membuat akun TikTok karena iseng pada 2020, mencoba live streaming, menjadi talent, mengikuti PK hingga meraih prestasi, kemudian menekuni affiliate, bergabung dengan TTCC Batch 2, beralih ke TikTok One, bekerja sama dengan berbagai brand, hingga membangun agensi live TikTok.

Di usia 53 tahun, ia masih memilih untuk terus belajar dan beradaptasi dengan perkembangan dunia digital.

“Selama masih bisa kreatif, ya tetap maju,” menjadi prinsip yang menggambarkan semangat Bunda Shantie dalam menjalani perjalanan sebagai kreator.

Kisah tersebut memperlihatkan bahwa dunia kreator digital tidak hanya dapat diikuti oleh generasi muda. Kemauan untuk belajar, kemampuan beradaptasi dan konsistensi menjadi bagian dari proses seseorang dalam mengembangkan diri di tengah perubahan ekosistem digital. (red)

Baca  Berita menarik lainnya dari Batakpost.com di GOOGLE NEW