Berita UtamaMedan

Bobby Nasution Pacu Enam BUMD Sumut Naik Kelas

×

Bobby Nasution Pacu Enam BUMD Sumut Naik Kelas

Sebarkan artikel ini
Gubsu Bobby saat melepas sekitar 4.000 peserta Semarak Fun Walk BUMD Sumut bertajuk “Satu Langkah, Satu Kolaborasi, Sabtu (22/8/2026) di Medan. (Batakpost.com/Diskominfo)
Advertisement
Example 300x600
Advertisement

Medan, 22/8 (Batakpost.com)– Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution mendorong enam badan usaha milik daerah (BUMD) di Sumut memperkuat kolaborasi untuk meningkatkan kinerja, pelayanan, dan kontribusi bagi masyarakat. Semangat tersebut digaungkan Bobby saat melepas sekitar 4.000 peserta Semarak Fun Walk BUMD Sumut bertajuk “Satu Langkah, Satu Kolaborasi”.

Bobby mengatakan BUMD memiliki tanggung jawab yang lebih luas dibandingkan unit pelaksana teknis (UPT). Selain menjalankan fungsi pelayanan kepada masyarakat, BUMD juga dituntut memiliki orientasi korporasi.

IKLAN
IKLAN

“BUMD itu lebih dari UPT. Kalau UPT, pengembangannya sesuai tugas. Kalau BUMD, selain menjalankan tugas pelayanan, juga harus mengarah kepada korporasi,” kata Bobby, di halaman Kantor PT Bank Sumut , Jalan Imam Bonjol, Medan, Sabtu (22/8/2026).

Ia meminta seluruh BUMD Sumut meningkatkan kinerja, baik dari sisi kesehatan perusahaan, pelayanan kepada masyarakat maupun kontribusi terhadap pemerintah daerah.

Bobby secara khusus meminta Bank Sumut meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat sekaligus memperkuat pengembangan karier internal.

“Kami akan support PT Bank Sumut. Jenjang karier, target, dan kinerja harus terus ditingkatkan. Target kita, pada akhir 2027 Bank Sumut bisa naik kelas,” ujarnya.

Di sisi lain, Bobby memberikan perhatian terhadap sejumlah BUMD yang dinilai belum optimal dalam menjalankan fungsi dan memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Ia menargetkan hingga 2027 seluruh BUMD mampu memperbaiki kinerja. Jika tidak mampu berkembang dan memberikan pelayanan secara optimal, Pemprov Sumut akan mempertimbangkan penggabungan sejumlah BUMD dalam satu holding.

“Kalau sampai 2027 pelayanan kepada masyarakat tidak bisa dioptimalkan, tentu harus ada peningkatan. Kalau tidak bisa, kita akan satukan, kita gabungkan dalam holding,” katanya.

Bobby mencontohkan kondisi sejumlah BUMD yang memiliki aset besar, tetapi tidak didukung kemampuan finansial yang memadai. Sebaliknya, terdapat BUMD yang memiliki kemampuan keuangan, tetapi tidak memiliki aset yang besar.

“Contohnya Dirga Surya, pegawainya hanya sekitar lima orang. AIJ juga demikian. Ada BUMD yang asetnya besar tetapi tidak memiliki uang. Sebaliknya, ada yang uangnya banyak tetapi asetnya tidak ada,” ujarnya.

Selanjutnya Baca: Menutur…