Berita UtamaTapanuli Utara

Air Mata Jadi Harapan: Bupati Jonius Serahkan Rp137,5 Juta untuk Korban Bencana Taput

×

Air Mata Jadi Harapan: Bupati Jonius Serahkan Rp137,5 Juta untuk Korban Bencana Taput

Sebarkan artikel ini
Bupati Tapanuli Utara, Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat foto bersama dengan warga yang korban bencana yang menerima bantuan dari Pemkab Taput, Jumat (6/11/2026). (Batakpost.com/Diskominfo)
Advertisement
Example 300x600
Advertisement

Taput, 7/11 (BatakPost – Di Aula Dinas Pendidikan Taput, Jumat (6/11/2026), suasana tak seperti biasanya. Bukan rapat formal. Bukan seremoni biasa. Hari itu adalah hari di mana pemerintah datang bukan dengan janji, tapi dengan pelukan dan bukti nyata.

Bupati Tapanuli Utara, Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, S.Si., M.Si, menyerahkan langsung bantuan sosial tunai sebesar Rp137.500.000 untuk warga yang rumahnya rusak dan tubuhnya terluka akibat bencana. Uang itu mungkin tidak bisa mengembalikan rumah yang roboh. Tidak bisa menghapus trauma malam saat bencana datang. Tapi bagi mereka yang menerimanya, uang itu adalah tanda: “Kalian tidak dilupakan. Kalian tidak sendirian.

IKLAN
IKLAN

“Dalam sambutannya, suara Bupati terdengar bergetar menahan haru:”Kehadiran pemerintah di sini bukan sekadar memenuhi kewajiban administratif. Ini adalah wujud kepedulian, kebersamaan, dan tanggung jawab kami untuk mendampingi bapak-ibu menghadapi masa sulit ini. “Sejak detik pertama bencana terjadi, Pemkab Taput bergerak dengan prinsip SIGAP 24 JAM. Bantuan pangan dan logistik langsung disalurkan. Dan kini, tahap pemulihan dimulai.

Bantuan Rp137,5 juta yang bersumber dari APBD Taput ini disalurkan secara non-tunai melalui Bank Sumut langsung ke rekening penerima. Tanpa potongan. Tanpa perantara. Transparan dan tepat sasaran. Bantuan ini diperuntukkan bagi dua kelompok yang paling merasakan luka bencana yaitu; Warga yang terluka dan butuh biaya pengobatan dan warga yang rumahnya rusak dan butuh biaya perbaikan agar bisa kembali tidur dengan tenang dan aman.

Bupati Jonius berpesan dengan tulus bahwa bantuan tersebut memang tidak bisa menggantikan seluruh kerugian warga. Tapi dia berharap ini bisa meringankan beban, dan menjadi penyemangat untuk bangkit dan kembali menata kehidupan.

Mantan Anggota DPRD Sumut ini juga menitipkan pesan kepada para camat, lurah, dan kepala desa supaya jangan berhenti memantau warga. Jangan biarkan mereka berjuang sendiri sampai benar-benar pulih.

Aula Dinas Pendidikan menjadi saksi, bahwa di tengah duka, masih ada harapan. Dan harapan itu bernama kepedulian. (red)

Baca  Berita menarik lainnya dari Batakpost.com di GOOGLE NEW

Advertisement
Example 300x600
Advertisement