Berita UtamaTapanuli Utara

Jauh di Rantau, Hati Tetap di Bona Pasogit: Kisah Anak Pangaribuan yang Bikin Bupati Terharu

×

Jauh di Rantau, Hati Tetap di Bona Pasogit: Kisah Anak Pangaribuan yang Bikin Bupati Terharu

Sebarkan artikel ini
Bupati Taput Taripar Hutabarat foto bersama dengan para siswa SMAN 1 Pangaribuan dalam acara Launching Bimbel Gratis persembahan dari anak rantau Pangaribuan, Jumat (6/11/2026). (Batakpost.com/red)
Advertisement
Example 300x600
Advertisement

Taput, 7/11 (BatakPost)– Pada Jumat (6/11/2026), di SMAN 1 Pangaribuan, Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), ada pemandangan yang tak bisa dibeli dengan uang. Bukan gedung baru. Bukan juga bantuan sembako. Tapi puluhan anak rantau Pangaribuan yang pulang, bukan untuk pamer kesuksesan, tapi untuk mengangkat adik-adiknya agar bisa kuliah dan meraih mimpi yang dulu juga pernah mereka perjuangkan dari kampung yang sama.

Mereka menghadirkan Bimbingan Belajar (Bimbel) Intensif Gratis untuk siswa-siswi kelas XII SMAN 1 Pangaribuan. Gratis. Tanpa bayar sepeser pun.

IKLAN
IKLAN

Acara Doa Bersama dan Launching Bimbel itu dihadiri langsung oleh Bupati Tapanuli Utara, Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, S.Si., M.Si. Dan di depan para siswa, orang tua, dan guru, Bupati tak bisa menyembunyikan rasa harunya. “Bimbingan belajar ini bukan sekadar bantuan materiil, tetapi merupakan investasi untuk masa depan. Anak-anak kita harus memiliki kesempatan yang sama untuk bersaing dan meraih cita-cita,” kata Bupati.

Bagi Bupati, apa yang dilakukan anak rantau ini adalah wujud nyata dari Marsipature Hutanabe – semangat gotong royong membangun bona pasogit, kampung halaman tercinta. Mereka yang dulu berangkat dari Pangaribuan dengan tas lusuh dan mimpi besar, kini kembali. Bukan untuk melupakan kampungnya, tapi untuk memastikan adik-adiknya tidak tertinggal. Bupati pun menitipkan pesan yang menohok kepada para siswa untuk memanfaatkan kesempatan itu dengan sungguh-sungguh, disiplin, dan semangat belajar yang tinggi.

Keterbatasan geografis bukan menjadi penghalang bagi anak Pangaribuan untuk meraih prestasi. “Karena Bupati tahu, di balik setiap anak Pangaribuan yang duduk di bangku kelas XII itu, ada orang tua yang berjuang, ada mimpi yang dititipkan, dan ada masa depan Taput yang sedang dipertaruhkan,” katanya.

Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara, lanjut Bupati, akan terus berkomitmen mendorong peningkatan kualitas SDM melalui pendidikan. Tapi Bupati menegaskan, pemerintah tidak bisa jalan sendiri. Butuh sinergi sekolah, masyarakat, perantau, dan semua pihak untuk melahirkan generasi unggul yang bisa bersaing di tingkat nasional.

SMAN 1 Pangaribuan menjadi saksi, bahwa cinta pada kampung halaman tidak pernah luntur oleh jarak. Rantau boleh jauh, tapi hati tetap pulang.

Turut hadir dalam acara itu, Ketua Dewan Penasihat Miranda Gultom, Ketua Dewan Pembina Padot M. Gultom, Anggota DPRD Taput Selamat Pakpahan, Kacabdis Pendidikan Wilayah IX Sumut Rudyanto Sinaga, S.E., M.Si., Kaprodi Teknik Sipil ITB Dr. Eri Susanto Hariyadi, S.T., M.T., Ketua Panitia Madius Gultom, Kepala SMAN 1 Pangaribuan, para guru, orang tua, dan siswa.

Untuk anak rantau Pangaribuan, terima kasih sudah pulang dan membuktikan: sukses yang sesungguhnya adalah saat kita bisa mengangkat orang lain. (red)

Baca  Berita menarik lainnya dari Batakpost.com di GOOGLE NEW

Advertisement
Example 300x600
Advertisement