Berita UtamaMedan

Sepanjang Tahun 2025 Jumlah Rabies di Sumut 280 Kasus, Sumut Deklarasikan Bebas Rabies Tahun 2030

×

Sepanjang Tahun 2025 Jumlah Rabies di Sumut 280 Kasus, Sumut Deklarasikan Bebas Rabies Tahun 2030

Sebarkan artikel ini
Sumut Bebas Rabies Tahun 20230. (Batakpost.com/AI)
Advertisement
Example 300x600
Advertisement

Medan, 28/9 (Batakpost.com)– Sepanjang Tahun 2025 sebanyak 280 kasus rabies terjadi di Provinsi Sumatera Utara. Atas dasar itulah, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) bersama pemerintah kabupaten/kota dan Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Sumut mendeklarasikan Sumut bebas rabies 2030.

Deklarasi tersebut menjadi komitmen bersama untuk memperkuat pencegahan dan pengendalian rabies secara terpadu sekaligus melindungi kesehatan masyarakat yang dipusatkan di Lapangan Astaka, Jalan Pancing, Deliserdang, Minggu (27/9/2026).

IKLAN
IKLAN

Surya mengatakan Pemprov Sumut berkomitmen memastikan ketersediaan vaksin rabies di seluruh kabupaten/kota. Menurutnya, komitmen tersebut juga diwujudkan melalui penguatan pusat kesehatan hewan, peningkatan kapasitas tenaga medis veteriner, serta penguatan surveilans, deteksi dini, pelaporan, dan penanganan kasus secara cepat dan tepat.

“Pemerintah Provinsi Sumatera Utara berkomitmen memastikan ketersediaan vaksin rabies di seluruh kabupaten dan kota, memperkuat pusat kesehatan hewan, meningkatkan kapasitas tenaga medis veteriner, memperkuat surveilans, deteksi dini, pelaporan, serta penanganan kasus secara cepat dan tepat,” kata Surya.

Surya mengungkapkan, Sumatera Utara mencatat 280 kasus rabies sepanjang 2025. Angka tersebut menjadi pengingat bahwa pencegahan rabies tidak hanya berkaitan dengan kesehatan hewan, tetapi juga menyangkut perlindungan dan keselamatan masyarakat.

Lebih lanjut, Surya menegaskan target Sumut bebas rabies pada 2030 tidak akan tercapai apabila hanya menjadi tanggung jawab satu pihak. Karena itu, ia mengajak seluruh pemerintah kabupaten/kota, organisasi profesi, perguruan tinggi, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat untuk bersama-sama melakukan pencegahan melalui pendekatan One Health yang menghubungkan kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan.

Selanjutnya Baca: Selain itu…