Berita UtamaTapanuli Utara

Edukasi Nugget Ikan Lele Kelor, Dosen dan Mahasiswa Dorong Pencegahan Stunting di Desa Silangkitang Kecamatan Pahae Jae

×

Edukasi Nugget Ikan Lele Kelor, Dosen dan Mahasiswa Dorong Pencegahan Stunting di Desa Silangkitang Kecamatan Pahae Jae

Sebarkan artikel ini
Inilah kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk "Edukasi Strategi dalam Mengoptimalkan Pangan Lokal Nugget Ikan Lele Kelor untuk Mencegah Stunting" yang diselenggarakan di Desa Silangkitang, Kecamatan Pahae Jae, Kabupaten Tapanuli Utara, Juli 2026. (Batakpost.com/Ist)
Advertisement
Example 300x600
Advertisement

Taput, 31/7 (Batakpost.com)– Upaya percepatan penurunan angka stunting terus dilakukan melalui berbagai inovasi berbasis potensi lokal. Salah satunya diwujudkan melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk “Edukasi Strategi dalam Mengoptimalkan Pangan Lokal Nugget Ikan Lele Kelor untuk Mencegah Stunting” yang diselenggarakan di Desa Silangkitang, Kecamatan Pahae Jae, Kabupaten Tapanuli Utara, Juli 2026.

Kegiatan yang diinisiasi oleh tim dosen bersama mahasiswa ini diikuti oleh 45 anggota Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Desa Silangkitang. Program tersebut bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan pangan lokal yang bergizi sebagai salah satu strategi pencegahan stunting pada balita.

IKLAN
IKLAN

Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan edukasi mengenai pentingnya pemenuhan gizi sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun atau yang dikenal sebagai 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Selain penyuluhan, peserta juga mengikuti demonstrasi pengolahan nugget berbahan dasar ikan lele yang diperkaya dengan daun kelor sebagai alternatif makanan tambahan bergizi untuk anak.

Ketua Tim Pengabdian, Emilia Silvana Sitompul, SST., M.K.M., menjelaskan bahwa pemanfaatan pangan lokal merupakan salah satu solusi yang dapat diterapkan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan gizi keluarga secara berkelanjutan.

“Ikan lele dan daun kelor merupakan bahan pangan lokal yang mudah diperoleh, harganya terjangkau, dan memiliki kandungan gizi yang sangat baik. Melalui edukasi ini kami ingin mendorong masyarakat, khususnya anggota PKK, agar mampu mengolah bahan pangan lokal menjadi menu sehat yang disukai anak sehingga dapat mendukung upaya pencegahan stunting,” ujarnya.

Menurutnya, stunting bukan hanya masalah tinggi badan anak, tetapi juga berkaitan dengan perkembangan otak, kemampuan belajar, daya tahan tubuh, hingga produktivitas anak pada masa mendatang. Oleh karena itu, pemenuhan gizi seimbang harus menjadi perhatian bersama, dimulai dari keluarga sebagai lingkungan pertama bagi tumbuh kembang anak.

Selama kegiatan berlangsung, tim pengabdian memberikan materi mengenai penyebab stunting, faktor risiko, pentingnya protein hewani, serta manfaat konsumsi sayuran lokal seperti daun kelor yang kaya akan zat besi, kalsium, vitamin A, vitamin C, dan antioksidan. Peserta juga diajarkan teknik pengolahan nugget ikan lele kelor yang higienis, mulai dari pemilihan bahan baku, proses pencampuran, pengukusan, pelapisan tepung panir, hingga cara penyimpanan produk agar tetap aman dikonsumsi.

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk “Edukasi Strategi dalam Mengoptimalkan Pangan Lokal Nugget Ikan Lele Kelor untuk Mencegah Stunting” yang diselenggarakan di Desa Silangkitang, Kecamatan Pahae Jae, Kabupaten Tapanuli Utara, Juli 2026. (Batakpost.com/Ist)

Suasana kegiatan berlangsung interaktif. Para peserta tampak antusias mengikuti sesi praktik dan aktif mengajukan pertanyaan mengenai variasi resep, nilai gizi, serta cara menyajikan menu yang menarik bagi balita. Tidak sedikit peserta yang menyampaikan keinginan untuk mempraktikkan pembuatan nugget ikan lele kelor di rumah sebagai menu keluarga maupun sebagai peluang usaha skala rumah tangga.

Ketua PKK Desa Silangkitang menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan pengabdian tersebut. Menurutnya, edukasi mengenai pemanfaatan pangan lokal sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat dalam meningkatkan kualitas kesehatan keluarga.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada tim pengabdian yang telah memilih Desa Silangkitang sebagai lokasi kegiatan. Edukasi seperti ini sangat bermanfaat karena tidak hanya meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pencegahan stunting, tetapi juga memberikan keterampilan praktis dalam mengolah bahan pangan lokal yang tersedia di sekitar kita. Kami berharap ilmu yang diperoleh dapat diterapkan dan disebarluaskan oleh anggota PKK kepada masyarakat lainnya,” ungkapnya.

Sebagai mitra pemerintah desa, anggota PKK memiliki peran penting dalam menggerakkan keluarga untuk menerapkan pola hidup sehat dan memenuhi kebutuhan gizi anak. Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan menjadi agen edukasi yang dapat menyampaikan informasi mengenai pentingnya gizi seimbang dan pemanfaatan pangan lokal kepada ibu hamil, ibu menyusui, dan keluarga yang memiliki balita.

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk “Edukasi Strategi dalam Mengoptimalkan Pangan Lokal Nugget Ikan Lele Kelor untuk Mencegah Stunting” yang diselenggarakan di Desa Silangkitang, Kecamatan Pahae Jae, Kabupaten Tapanuli Utara, Juli 2026. (Batakpost.com/Ist)

Selain mendukung program percepatan penurunan stunting, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan sumber daya lokal yang bernilai ekonomi. Produk nugget ikan lele kelor dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai usaha rumahan sehingga dapat memberikan nilai tambah bagi pendapatan keluarga sekaligus meningkatkan konsumsi pangan bergizi.

Melalui sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, kader PKK, tenaga kesehatan, dan masyarakat, diharapkan upaya pencegahan stunting dapat dilakukan secara berkelanjutan. Edukasi yang dibarengi dengan praktik langsung menjadi langkah nyata dalam membangun kemandirian masyarakat untuk menyediakan makanan bergizi berbasis potensi lokal.

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini merupakan wujud nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam mendukung pembangunan kesehatan masyarakat. Dengan mengoptimalkan pemanfaatan ikan lele dan daun kelor sebagai pangan lokal bergizi, diharapkan lahir inovasi sederhana yang mampu berkontribusi dalam menciptakan generasi yang sehat, cerdas, produktif, dan bebas stunting di Kabupaten Tapanuli Utara.

Ketua Pengabdi : Emilia Silvana Sitompul, SST, M.K.M

Anggota Pengabdi : Juana Linda Simbolon, SST, M.Kes

Dr Samsider Sitorus, SST, Bdn. M.Kes

Mahasiswa : Gerin Lumbantoruan, Citra Simbolon, Natalia Butarbutar (red)

Baca  Berita menarik lainnya dari Batakpost.com di GOOGLE NEW