Berita UtamaSimalungun

Mengintip Cara Panen Jeruk di Simalungun: Harga Borongan Toke Jemput Langsung ke Ladang

×

Mengintip Cara Panen Jeruk di Simalungun: Harga Borongan Toke Jemput Langsung ke Ladang

Sebarkan artikel ini
Oplus_131072
Advertisement
Example 300x600
Advertisement

Simalungun, 8/7 (Batakpost.com)– Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, dianugerahi lahan yang subur dan udara yang dingin.

Kondisi alamnya yang sejuk menjadikan daerah ini cocok ditanami berbagai komoditas seperti; Kopi, Sayur-sayuran, Buah-buahan dan perkebunan.

IKLAN
IKLAN

Tofografi daerah ini yang terdiri dari dataran rendah dan tinggi mendukung berbagai komoditas di atas berlimpah ruah hasilnya.

Redaksi Batakpost.com berkesempatan melihat langsung cara panen salah satu komoditas hasil alam dari Kabupaten “Tanah Habonaron do Bona” yaitu panen jeruk.

Berlokasi di Nagori Paribuan, Kecamatan Dolok Silau, salah seorang petani jeruk Bapak Nais Girsang/br Ginting sedang memanen buah jeruknya.

Ini adalah panen yang kesekian kalinya dengan hasil yang cukup memuaskan.

Keunikan sistem panen di Nagori (desa) ini adalah, toke langsung memborong harga jeruk meskipun belum dipanen. Warga menyebutnya harga sansam (borongan).

Menurut Bapak Nais, panen di kisaran bulan Mei-Juli harga jeruk tidak begitu mahal. Sama halnya panen di bulan Januari-Maret. Biasanya harga jeruk di musim itu kisaran Rp 6.000-Rp 6.500/kg.

Berbeda jika panen di bulan September-Desember, pertengahan Juli-Agustus harga jeruk di kisaran Rp 10.000/kg.

“Para toke berani memborong harga buah di pohon. Petani tinggal menerima bayaran saja, karena mereka yang mengerjakan semua. Mulai dari memetik hingga mengemas ke keranjang,” kata Bapak Nais, Rabu (8/7/2026) di ladangnya.

Diakuinya, sebenarnya buah panennya kali ini masih bisa ditahan untuk dapat harga ke bulan September 2026, hanya saja pohon jeruknya gak sanggup lagi menahan, karena buah hijau sudah mulai menguning lagi. Jadi harus dipanen walaupun harganya gak begitu tinggi.

Ada kelebihan buah jeruk dari Kecamatan Dolok Silau dan Saribu Dolok sekitarnya ini. Di mana buahnya lebih besar dan rasanya lebih manis. Selain itu tahan lama sehingga bisa dikirim ke daerah-daerah yang jauh seperti ke Bandung Jawa Barat.

“Memang itu kelebihan buah dari daerah kita ini. Hal itu diakibatkan tofografi lahannya yang berada di ketinggian yang berpengaruh ke buah,” ujarnya. (red)

Baca Berita menarik lainnya dari Batakpost.com di GOOGLE NEW