Sibolga, 21/10 (BatakPost)– Wali Kota Sibolga Akhmad Syukri Nazry Penarik memimpin rapat koordinasi pemenuhan dokumen jaminan proyek pemasangan pipa air minum pascabencana. Rakor digelar secara zoom meeting dari Ruang Command Center Kantor Wali Kota Sibolga, Selasa (20/10/2026).
Wali Kota didampingi Plt. Kepala Dinas PUPR Kota Sibolga Riwansyah, S.ST., M.M., Plt. Kepala Dinas PKPLH Abdul Karim Nasution, S.E., M.M., serta Dirut Perumda Tirta Nauli Khairunnas Panggabean, S.Pd.
Dalam rakor tersebut, Wali Kota menyampaikan apresiasi atas pembangunan infrastruktur air minum di Kota Sibolga pascabencana banjir dan longsor 2025. Ia menegaskan Pemko Sibolga terus mendukung penuh keberlanjutan pembangunan tersebut meski masih ada kendala teknis yang harus diselesaikan bersama.
Wali Kota menjelaskan ada tiga area utama pembangunan air minum. Yang pertama di Aek Parombunan. Jaringan sudah berfungsi dan manfaatnya sudah dirasakan warga, terutama penghuni Hunian Tetap (Huntap). Namun, pembangunan Huntap tahap II sebanyak 86 unit masih berlangsung sehingga dukungan infrastruktur air tetap diperlukan.
Yan kedua di Aek Doras. Pembangunan masih berproses. Berdasarkan laporan Dirut Perumda Tirta Nauli, berbagai kendala di lapangan secara bertahap mulai teratasi. Direncanakan penanganan permanen melalui pembangunan saringan batu dan jaringan pipa untuk menambah suplai air.
Yang ketiga Sarudik. Ini menjadi perhatian khusus. Selain kendala cuaca dan kondisi lahan, aspek legalitas tanah juga krusial. Berdasarkan koordinasi dengan Kementerian Kehutanan, lokasi tersebut berada dalam kawasan hutan lindung, sehingga kepastian hukum harus jelas agar tidak menimbulkan masalah di kemudian hari.
Wali Kota juga menyoroti persoalan di titik pipa 81 Sarudik yang menjadi salah satu persoalan utama. Saat hujan deras, aliran air berpotensi terhenti sehingga proses pengolahan terganggu dan merugikan Perumda Tirta Nauli.
Dalam rapat itu Wali Kota menyatakan bahwa Pemko Sibolga siap memberikan dukungan administratif melalui penerbitan surat dukungan yang diperlukan, termasuk untuk pembangunan Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) dan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) sampah. Menurutnya, sinergi seluruh jajaran pemerintah daerah menjadi kunci percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana agar pembangunan selesai sesuai target akhir tahun 2026.
Sebelumnya, Kasatker Pelaksanaan Cipta Karya Wilayah I (PCKW I) Edy B. Manik menyampaikan terima kasih kepada Wali Kota Sibolga atas dukungan selama penanganan pascabencana, termasuk pemenuhan administrasi perpanjangan status transisi. Edy menjelaskan, secara keseluruhan pekerjaan air minum ditargetkan rampung akhir 2026 dengan prioritas pemasangan pipa di Sarudik.
Selain itu, penataan struktur pengelolaan juga dilakukan agar infrastruktur aman dari potensi longsor dan berkelanjutan. Ia juga melaporkan pembangunan TPA di Aek Parombunan telah mencapai 50 persen. Penataan tebing telah selesai, saat ini fokus pada pembangunan dan penataan kolam penampungan sampah yang juga ditargetkan selesai akhir 2026.
Ia berharap dukungan Wali Kota, khususnya dalam pemenuhan dokumen, terus diberikan agar pembangunan air minum dan TPA berjalan lancar hingga tuntas. (red)
Baca Berita menarik lainnya dari Batakpost.com di GOOGLE NEW













