Selain itu, Ariston menekankan pentingnya menjaga kualitas pelayanan, kebersihan dan etika dalam menyambut wisatawan.
“Tamu adalah raja. Jaga kebersihan, sopan santun, hormati setiap pengunjung agar mereka kembali lagi ke Samosir,” ucapnya.
Ia juga mengajak seluruh pelaku usaha untuk menjaga citra positif pariwisata dengan menghindari berbagai persoalan yang dapat merusak kepercayaan wisatawan. Membangun image positif, menyatukan pandangan, serta menghindari masalah agar wisatawan merasa aman dan nyaman.
Dalam aspek pengelolaan usaha, Ariston menilai Samosir tidak cukup hanya mengandalkan keindahan alam, tetapi harus didukung dengan sumber daya manusia dan manajemen yang baik.
Ariston menegaskan agar pelaku usaha tidak alergi terhadap pajak, karena sudah menjadi kewajiban dan menjadi bagian penting dalam pembangunan daerah.
Turut hadir Perwakilan BI Sibolga Zailani Sinaga, Mewakili PT. Bank Sumut Pusat Joy Boy Halomoan Sibuea, Kasi Datun Kejari Samosir Maulita Sari, Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Tetty Naibaho, Kepala Badan Pendapatan Daerah Saiful Situmorang. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 8-9 April 2026 tersebut diikuti lebih dari 200 pelaku usaha hotel dan homestay, petugas retribusi Disbudpar serta Badan Pendapatan Daerah. (red)
Baca Berita menarik lainnya dari Batakpost.com di GOOGLE NEW













