Berita UtamaTapanuli Tengah

Viral Kericuhan Soal Jadup di Tapteng: Kantor Camat Barus Disegel Warga Minta Lurah Dites Urine

Lurah Padang Masiang Kecamatan Barus bersama Ketua DPRD Tapteng saat terjadi kericuhan, Senin (27/4/2026) terkait bantuan bencana di Barus. (Batakpost.com/red)

Barus, 28/4 (Batakpost.com)– Kericuhan soal pendataan penerima bantuan jaminan hidup (Jadup) bagi korban bencana di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) terus berlanjut. Setelah beberapa kantor lurah di Tapteng disegel warga karena kesal akibat pendataan yang amburadul, kini giliran kantor Camat Barus yang disegel warga, Senin (27/4/2026).

Penyegelan Kantor Camat Barus ini merupakan puncak kekecewaan warga karena banyak warga Barus yang mejadi korban banjir namun tidak didata. Demikian juga bantuan yang dicairkan tidak tepat sasaran.

IKLAN
IKLAN

Amatan di lokasi, sejak pagi, warga mendatangi Kantor Camat Barus untuk meminta penjelasan. Mereka menuntut transparansi dan kepastian terkait daftar penerima bantuan. Namun, tuntutan itu tak terjawab. Camat Barus, Sanggam Panggabean, tidak berada di tempat saat didatangi warga. Tidak ada pula staf yang mampu memberikan keterangan.

Ketiadaan pejabat dan minimnya informasi memicu kemarahan.

“Sudah berkali-kali kami didata, tapi bantuan tidak pernah datang,” ujar seorang warga di lokasi.

Melihat massa semakin ramai di kantor Camat, Ketua DPRD Tapteng Ahmad Rivai yang juga berdomisili di Barus bersama anggota DPRD Tapteng Ardino Tarihoran mendatangi kantor Camat untuk berdiskusi bersama warga. Namun, secara tiba-tiba Lurah Padang Masiang Hendra Hutauruk datang ke forum diskusi menggunakan pakaian dinas, kemudian menyalakan sebatang rokok di hadapan masyarakat.

Ketua DPRD kemudian meminta agar lurah tersebut berdiri di hadapan masyarakat. Lurah tersebut tidak terima dan secara tiba-tiba membanting meja serta membentak Ketua DPRD Tapteng hingga terjadi cekcok antara keduanya.

“Tiba-tiba saja Lurahnya datang dengan gaya arogansi. Ketika saya suruh di berdiri, karena saya juga lagi berdiri, Lurahnya membentak saya dengan arogan sembari menyalakan rokok,” terang Ahmad Rivai.

Kantor Camat Barus yang disegel oleh warga yang mengaku kesal akibat pendataan dan penyaluran bantuan korban bencana yang tidak tepat dan pendataan yang amburadul. (Batakpost.com/red)

Warga yang kesal melihat sikap arogan lurah tersebut emosi dan nyaris diamuk massa. Petugas kepolisian yang berada di lokasi langsung membawa lurah tersebut ke Polres Tapteng untuk diamankan sementara guna mengantisipasi keributan.

Massa Minta Lurah Dites Urine

Massa yang semakin ramai mendatangani kantor Camat Barus meminta kepada aparat Polsek Barus agar dilakukan tes urine terhadap oknum Lurah Padang Masiang. Karena warga curiga atas tindakan arogan dari oknum Lurah.

Pihak Polres Barus pun membawa oknum Lurah ke Polres Tapteng yang jarak tempuhnya dua jam lebih untuk dilakukan tes urine. Setibanya di Polres Tapteng, oknum Lurah tersebut pingsan ketika mau dites urine. (red)

Baca Berita menarik lainnya dari Batakpost.com di GOOGLE NEW

Exit mobile version