Scroll untuk baca artikel
Berita UtamaNasional

Terjadi Kepanikan di SPBU Sibolga-Tapteng Akibat Statement Menteri Bahlil Soal Stok BBM

×

Terjadi Kepanikan di SPBU Sibolga-Tapteng Akibat Statement Menteri Bahlil Soal Stok BBM

Sebarkan artikel ini
Antrean panjang terjadi di SPBU yang ada di Sibolga dan Pandan, Kamis (5/3/2026). (Batakpost.com/red)
Advertisement
Example 300x600
Advertisement

Sibolga, 5/3 (Batakpost.com)- Akibat statement (pernyataan) Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengenai ketahanan stok BBM dalam negeri bertahan sekitar 25-26 hari, langsung mengundang kepanikan di tengah-tengah masyarakat.

Salah satunya di Kota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara.

IKLAN
IKLAN

Di mana hari ini, Kamis (5/3/2026) terjadi antrean di masing-masing SPBU yang ada di kedua daerah.

Dari sejumlah warga yang antre di SPBU yang dikonfirmasi media ini mengungkapkan, mereka rela antre karena stok BBM hanya tinggal 25-26 hari lagi.

“Kami lihat di media dan media sosial, Menteri Bahlil menyampaikan bahwa stok BBM hanya tinggal 25-26 hari. Makanya kami langsung buru-buru membeli BBM, rupanya sudah menumpuk warga di SPBU Pandan ini,” kata Rianto Sitompul (46) warga Pandan, Kamis.

Demikian juga di SPBU Kampung Kelapa, SPBU Sambas dan SPBU Taman Bunga Sibolga, masyarakat menyampaikan alasan yang sama karena merasa panik akibat stok BBM sudah menipis.

“Katanya stok BBM sudah menipis hanya 25-26 hari lagi. Jadi kita takut BBM langka lagi, karena kemarin juga terjadi kelangkaan BBM di Sibolga ini akibat katanya terlambat masuk kapal Pertamina,” terang Mahmud.

Sementara itu para petugas SPBU yang dikonfirmasi menyebutkan bahwa stok BBM di SPBU mereka aman dan tidak ada kendala.

“Kami juga heran kenapa tiba-tiba banyak masyarakat datang ke SPBU. Kata mereka (warga) stok BBM sudah menipis,” kata petugas SPBU di Taman Bunga Sibolga.

Untuk diketahui kondisi mental masyarakat Sibolga-Tapteng sangat terdampak akibat bencana dahsyat yang melanda kedua daerah itu tanggal 25 November 2025 lalu. Di mana stok BBM asli lumpuh beberapa minggu, meskipun depot Pertamina berada di Sibolga.

Kelangkaan BBM kembali terjadi awal Februari 2026 akibat kapal pengangkut BBM terlambat masuk. (red)

Baca Berita menarik lainnya dari Batakpost.com di GOOGLE NEW