Sosialisasi Program Cinta Bangga Paham Rupiah di Tapanuli Tengah

Tapteng, 8/2 (Batakpost.com)- Keluarga besar Bank Indonesia KPw Sibolga, baik pegawai maupun anggota keluarganya yang tergabung dalam Persatuan Istri Pegawai Bank Indonesia (PIPEBI) dan Ikatan Pegawai Bank Indonesia (IPEBI) melakukan kunjungan edukasi ke Kelompok Konservasi Penyu Pantai Pasar Sorkam-Tapanuli Tengah.

Kunjungan dilaksanakan pada hari Sabtu (5/2) dengan jumlah peserta 35 orang.

Pada kunjungan ini diperoleh pentingnya menjaga lingkungan hidup, melalui edukasi tentang pemilahan sampah, bahaya sampah plastik di laut dan konservasi penyu oleh pengurus konservasi penyu Pantai Pasar Sorkam.

Selain untuk menambah kepekaan sosial, kegiatan ini juga bertujuan agar pegawai dan keluarga besar BI dapat berperan aktif untuk menjaga lingkungan hidup perairan laut di wilayah kerjanya, mengingat ekonomi Sibolga dan Tapanuli Tengah ditopang oleh sektor Pertanian, Kehutanan dan Perikanan dengan persentase sebesar 20,17% untuk Kota Sibolga dan 46,18% untuk Kabupaten Tapanuli Tengah dari PDRB (BPS Kota Sibolga dan Kabupaten Tapteng).

BACA JUGA: Wartawan Ekonomi BI Sibolga Terima Bantuan Sembako

Kelompok konservasi penyu pantai Pasar Sorkam sendiri telah melakukan aktivitas pengawasan pantai dan perlindungan penyu sejak tahun 2013. Tahun 2014, kelompok memperoleh legalitas oleh Akta Notaris Nomor 302, Surat Keterangan Terdaftar (SKT) Nomor: 352 BKB-PPM/TT/2014, tanggal 08 April 2014.

Pada tangaal 3 April 2017, SK Lurah Binas Nomor 17/Sk/KBD/IV/2017, memperoleh penetapan oleh Dinas Kelautan Perikanan Kabupaten Tapanuli Tengah melalui SK Nomor: 523/348/SKT/XII/2017, dan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatera Utara melalui SK Pengelola Nomor 188.4/SK.040/KP3K/I/2018.

Lingkup kegiatan konservasi termasuk pembibitan sekaligus penanaman mangrove dan vegetasi pesisir, bersih pantai, pengawasan penangkapan penyu, dan juga sosialisasi untuk tidak mengkonsumsi daging penyu, mengingat penyu termasuk spesies yang dilindungi. Dari tujuh species penyu langka di dunia, enam di antaranya ada di Indonesia.

Pada kesempatan ini, Bank Indonesia KPw Sibolga memberikan edukasi dan sosialisasi tentang Cinta Bangga Paham Rupiah (CBPR) kepada Pengurus Konservasi Penyu, anak anak di tingkat SD dan SMP di wilayah Sorkam serta orang tua dengan jumlah peserta kurang lebih sebanyak 70 orang peserta.

BACA JUGA: BI Sibolga Datangkan Desainer Presiden Latih Sanggar Tenun Harungguan Muara

Edukasi disampaikan secara langsung oleh Tim dari Unit Pengelolaan Uang Rupiah, Jupriadi Panggabean. Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan kecintaan, kebanggaan dan pemahaman yang lebih baik melalui pengenalan ciri dan cara merawat uang, serta meningkatkan kebanggaan Rupiah yang tidak terbatas pada alat pembayaran saja namun juga sebagai simbol kedaulatan Bangka dan alat pemersatu bank.

Selain itu perlunya pemahaman fungsi pentingnya Rupiah dalam perekonomian Indonesia sehingga masyarakat daapt mengambil peran dalam menjaga stabilitas nilai Rupiah dengan berperilaku secara bijak dalam bertransaksi, berbelanja dan berhemat. Pengenalan Rupiah sangat penting dilakukan kepada anak sekolah sejak usia dini guna menumbuhkan kecintaan dan kebanggaannya sebagai symbol kedaulatan negara dan pemersatu bangsa. Antusias para peserta terlihat dari respon mereka melalui interaksi tanya jawab serta turut serta mempraktikkan cara mengenali keaslian uang rupiah.

Sebagai bentuk apresiasi kepada Pengurus Konservasi Penyu dan masyarakat setempat, PIPEBI memberikan bantuan berupa 1 set alat olahraga voli pantai, poster edukasi, krayon, rak dan buku-buku bacaan untuk mendukung program edukasi dan perpustakaan keliling yang dikelola konservasi penyu.

BACA JUGA: 4 Warga Tapteng Terkonfirmasi Positif COVID-19

Hal ini sejalan dengan dua pilar PIPEBI Sibolga yaitu, Pemberdayaan dan Bantuan Sosial. Sedangkan, Ikatan Pegawai Bank Indonesia (IPEBI) memberikan bantuan kepada Tim Konservasi Penyu berupa berupa 2  buah Tab untuk mendukung kegiatan operasional Kelompok Konservasi Penyu.

Selain itu, Bank Indonesia memberikan bantuan secara simbolis berupa mesin pengolah sampah sesuai kebutuhan kelompok konservasi penyu untuk peningkatan pemberdayaan ekonomi masyarakat setempat dan mendukung ekonomi sirkuler di daerah konservasi yaitu memanfaatkan sumber bahan baku dari baha yang didaur ulang sehingga sampah yang terbuang dapat diminimalisasi.

Acara ditutup dengan pelepasan tukik (bayi penyu) ke laut oleh Kepala KPw Bank Indonesia Sibolga,Aswin Kosotali, Ketua PIPEBI Ny Sitaresmi Aswin, Ketua IPEBI Ibu Wanda Sibagariang dan seluruh keluarga besar Bank Indonesia disaksikan Lurah Pasar Sorkam, Pengurus Konservasi Penyu, dan masyarakat setempat. (ril)