Berita UtamaMartabe Gold Mine

Sanggar Tari Sopo Daganak yang Didukung PTAR Raih Juara di Tingkat Nasional dan Akan Bertanding di 3 Negara

1050
×

Sanggar Tari Sopo Daganak yang Didukung PTAR Raih Juara di Tingkat Nasional dan Akan Bertanding di 3 Negara

Sebarkan artikel ini
Dalam perhelatan yang diadakan pada 25 Mei 2024 di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, itu Sanggar Tari Sopo Daganak yang didukung oleh PT Agincourt Resources, pengelola Tambang Emas Martabe yang berhasil menyabet Juara II Kategori Remaja Beregu dengan hadiah mengikuti perlombaan di Turki, Milan dan Malaysia. (Batakpost.com/Ist)
Advertisement
Example 300x600
Advertisement

Jakarta, 6/6 (Batakpost.com)– Enam penari dari Sanggar Tari Sopo Daganak di Batangtoru, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara yang didukung PT Agincourt Resources (PTAR), meraih juara di Perlombaan Tari Kreasi Tingkat Nasional 2024 dan akan berlaga di tiga negara, yakni Turki, Milan, dan Malaysia.

Dalam perhelatan yang diadakan pada 25 Mei 2024 di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, itu Sanggar Tari Sopo Daganak yang didukung oleh PT Agincourt Resources, pengelola Tambang Emas Martabe, menyabet juara II Kategori Remaja Beregu dengan hadiah mengikuti perlombaan di Turki. Selain itu, mereka meraih voting tertinggi yang membawa mereka bertanding di Milan dan sebagai runner-up otomatis mereka masuk ke dalam 10 besar dan bakal bertandang ke Malaysia.

Para penari yang mengharumkan nama Tapanuli Selatan itu adalah Ana Syafitri Daulay, Saidina Ramadhani, Zahra Nabila, Nurul Padila, Nurul Mawaddah, dan Nadiva Aqila. Dalam gelaran tari yang diadakan Pelita Mice Indonesia itu, mereka membawakan tarian Tor Tor Kreasi Hata Sopisik.

Tor-tor Hata Sopisik hampir sama dengan husip-husip dan marhusip yang artinya berbisik. Awalnya, tor tor ini dilakukan oleh muda mudi suku Batak Toba untuk mengungkapkan hati dan perasaannya dengan tujuan serius menuju jenjang pernikahan.

Namun, dalam tampilan kreasi yang dipimpin koreografer Putri Norma Sari Hasibuan itu, maknanya diubah menjadi pergaulan sesama perempuan dalam masyarakat Batak Toba. Tor-tor para penari Sopo Daganak tersebut menggambarkan perempuan-perempuan ceria, kompak, tangguh, dan pantang menyerah. Gambaran itu ditunjukkan melalu gerakan-gerakan yang indah, tegas, rampak, dan dinamis.

Kemenangan penari dari Sanggar Tari Sopo Daganak merupakan kemenangan besar karena mereka menyingkirkan ratusan peserta yang berasal dari Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Nusa Tenggara Timur dan berbagai daerah di Jawa. Juri yang terlibat berasal dari perancang fashion, seniman Indonesia, dan Putri Berbakat Nusantara Indonesia.

Pendiri Pelita Mice Indonesia, Sukanti Swastikawati, mengatakan lomba tari kreasi tingkat nasional digelar untuk melestarikan warisan budaya tari dan meningkatkan kualitas generasi penerus tari daerah.

“Lomba ini diharapkan dapat meningkatkan iklim komunikasi dunia seni yang lebih baik kepada generasi muda di lingkungan masyarakat maupun sekolah. Melalui lomba ini diharapkan mental generasi mudah dapat terlatih dan rasa gotong royong mereka terasah,” katanya.

“Diharapkan, dengan adanya lomba ini akan ditemukan semakin banyak bibit generasi muda yang mempunyai bakat menari untuk dapat disalurkan dan ditampilkan di berbagai kesempatan perlombaan nasional maupun internasional,” ujar Sukanti. (red)

Baca Berita menarik lainnya dari Batakpost.com di GOOGLE NEWS

banner 325x300