Medan

Resmi Diluncurkan: Roadshow Bus KPK “Jelajah Negeri Bangun Anti Korupsi” Menuju Aceh

196
×

Resmi Diluncurkan: Roadshow Bus KPK “Jelajah Negeri Bangun Anti Korupsi” Menuju Aceh

Sebarkan artikel ini
Resmi Diluncurkan: Roadshow Bus KPK "Jelajah Negeri Bangun Anti Korupsi" Menuju Aceh
Advertisement
Example 300x600
Advertisement

Medan, 29/10 (Batakpost.com) – Wali Kota Medan, Bobby Nasution, yang diwakili oleh Inspektur Kota Medan, Sulaiman Harahap, bersama dengan Direktur Sosialisasi dan Kampanye Antikorupsi KPK, Amir Arief, meresmikan keberangkatan Roadshow Bus KPK “Jelajah Negeri Bangun Anti Korupsi” dalam sebuah upacara yang berlangsung pada hari Minggu, 29 Oktober, di jalan Balai Kota.

Peresmian bus KPK ini bertepatan dengan acara Car Free Day (CFD) yang dimeriahkan dengan sesi senam “Hajar Serangan Fajar.” Inspektur Kota Medan, Sulaiman Harahap, secara penuh mendukung program Roadshow Bus KPK “Jelajah Negeri Bangun Anti Korupsi,” yang telah berlangsung selama satu minggu di Provinsi Sumatera Utara. Menurut Sulaiman, program ini memiliki nilai edukasi yang luar biasa dalam memberi pemahaman kepada masyarakat mengenai bahaya korupsi, khususnya dalam konteks politik uang.

“Dengan program ini, kita berharap masyarakat akan semakin sadar akan bahaya politik uang dalam pemilihan pemimpin di masa depan,” ujar Sulaiman. Ia juga mengingatkan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Medan untuk menjaga netralitas mereka menjelang pemilu yang akan diadakan tahun depan.

“Sebagaimana diatur dalam peraturan, ASN harus tetap netral, oleh karena itu, ASN Pemerintah Kota Medan diimbau untuk menjaga netralitas mereka menghadapi pemilu tahun depan,” tambah Sulaiman.

Sementara itu, Direktur Sosialisasi dan Kampanye Antikorupsi KPK, Amir Arief, menjelaskan bahwa Roadshow Bus KPK “Jelajah Negeri Bangun Anti Korupsi” akan melanjutkan perjalanan menuju Provinsi Aceh sebagai destinasi terakhir dalam program ini. “Aceh akan menjadi provinsi terakhir yang kami kunjungi dalam program ini. Sama seperti di Sumatera Utara, kami akan memberikan edukasi anti korupsi kepada masyarakat dengan cara yang menyenangkan, dan ini menjadi bukti bahwa pencegahan korupsi harus melibatkan KPK, Pemerintah Daerah, dan yang paling penting, partisipasi aktif masyarakat,” jelas Amir Arief.

Baca Berita menarik lainnya dari Batakpost.com di GOOGLE NEWS

banner 325x300