Scroll untuk baca artikel
Berita UtamaTapanuli Tengah

Rahmansyah Tanggapi Pemberhentian Lurah dan Kades Setelah Ucapkan Terima Kasih: Jangan Ada Politik di Tengah Bencana

×

Rahmansyah Tanggapi Pemberhentian Lurah dan Kades Setelah Ucapkan Terima Kasih: Jangan Ada Politik di Tengah Bencana

Sebarkan artikel ini
Anggota DPRD Sumatera Utara Rahmansyah Sibarani. (Batakpost.com/red)
Advertisement
Example 300x600
Advertisement

Tapteng, 3/1 (Batakpost.com)– Terkait viralnya di media sosial pemberhentian kepala desa dan lurah oleh Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu, pada Selasa (30/12/2025), mendapat tanggapan dari Anggota DPRD Sumatera Utara, Rahmansyah Sibarani.

Rahmansyah meminta Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Bobby Afif Nasution untuk segera mengingatkan Bupati Tapteng agar tidak berpolitik dalam situasi bencana.

IKLAN
IKLAN

“Bapak Presiden Prabowo Subianto sudah mengajak seluruh anak bangsa untuk bersama-sama bertanggungjawab menghadapi musibah banjir, membantu dan meringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak. Jadi jangan ada politik di tengah bencana,” kata Rahmansyah dalam keterangan tertulisnya, Jumat (2/1/2026).

Ketua DPD NasDem Tapanuli Tengah ini menilai, tindakan pemberhentian kepala desa dan lurah tersebut tidak pantas dilakukan oleh Bupati Masinton, hanya karena mengucapkan terima kasih kepada Bakhtiar Ahmad Sibarani yang telah membantu menurunkan 3 alat berat untuk membantu masyarakat Barus yang terdampak banjir bandang.

“Kami sangat terkejut. Ada lurah dan kepala desa yang dicopot hanya karena mengucapkan terima kasih kepada mantan Bupati Tapanuli Tengah Bakhtiar Ahmad Sibarani yang membantu desa, kelurahan, dan warga dalam penanganan bencana. Seharusnya Bupati Tapteng justru berterima kasih karena ada tokoh yang peduli dan ikut membantu warganya,” ujar Rahmansyah dengan tegas.

Ketua Fraksi NasDem DPRD Sumut itu kemudian menegaskan akan menelusuri pemberhentian kedua pejabat tersebut, apakah ada pesan WA atau ‘surat cinta’ hingga rekaman dari Bupati/Wakil Bupati atau pihak Inspektorat yang memperingatkan kepada kepala desa dan lurah tersebut hingga dicopot hanya karena menyampaikan ucapan terima kasih kepada mantan Bupati Bakhtiar Sibarani dalam membantu daerahnya dan warga yang tertimpa musibah.

“Kami akan melakukan penelurusan terkait hal itu. Dan kami juga akan menyurati Kemendagri melalui Irjen, menyampaikan ke DPR RI, bahkan ke Presiden Republik Indonesia,” pungkasnya

Adapun ucapan terima kasih tersebut disampaikan oleh kedua pejabat tersebut  kepada Bakhtiar Ahmad Sibarani yang juga mantan Bupati Tapteng, karena telah memberikan bantuan berupa 3 unit alat berat untuk menormalisasi Sungai Aek Doras Barus.

Diketahui, ucapan terima kasih tersebut disampaikan sehari sebelum surat pemberhentian diterima. Dan ucapan itu merupakan bahasa yang lumrah disampaikan kepada siapapun yang telah berbuat baik atau memberikan sesuatu.

Meskipun bantuan yang diberikan Bakhtiar itu bukan untuk diri kedua pejabat tersebut, sambung Rahmansyah, keduanya merasa kalau bantuan alat berat itu sudah sangat membantu bagi masyarakat-nya yang berdomisili di sekitar Sungai Aek Doras. Mengingat curah hujan yang cukup tinggi masih terus terjadi pascabencana yang terjadi pada 25 November 2025 lalu.

Belajar dari kasus ini, Rahmansyah memohon maaf kepada warga yang tidak dapat dikunjunginya meskipun banyak yang meminta agar dirinya selaku Anggota DPRD Sumut dan juga putra dari Kabupaten Tapanuli Tengah untuk datang melihat kondisi warga yang terdampak banjir.

“Cukup banyak juga warga atau masyarakt dari berbagai desa atau kelurahan yang terkena musibah bajir, supaya kita berkunjung ke daerahnya. Dan melalui kesempatan ini saya jawab, kita sangat ingin berkunjung ke sana dengan batas kemampuan kita. Namun hal inilah yang kita jaga, kasihan nanti Kades dan Lurahnya kena copot hanya karena berkunjung ke sana,” ucap Rahmansyah. (red)

Baca Berita menarik lainnya dari Batakpost.com di GOOGLE NEW