Tapanuli Tengah

Polisi Masih Lidik Siapa Pembunuh Bendahara Gereja Ini

×

Polisi Masih Lidik Siapa Pembunuh Bendahara Gereja Ini

Sebarkan artikel ini
Advertisement
Example 300x600
Advertisement
Keterangan foto: Korban Rosmainar saat berada di RSUD Pandan usai divisum. (batakpost.com/HAT)

“Setelah kami mendapat informasi itu, saya bersama dengan anggota turun ke TKP, dan mengamankan 1 potong kayu bulat dengan panjang sekitar 75cm, 1 buah tas ransel warna biru muda milik korban yang berisikan 2 buah roti coklat, 1 buah pisau deres karet yang dibalut dengan kaus kutang. 1 botol air putih dalam botol minuman kemasan, 5 tablet obat merk Amoksilin 500mg, 5 tablet vitamin B complek. Dan kita sudah melakukan visum di RSU Pandan tadi malam dan menemukan ada luka sobek pada bagian kepala belakang sepanjang 13cm dengan lebar 5cm,”terang Kapolsek.

Diakui Kapolsek, bahwa penyebab kematian korban diduga keras karena pembunuhan. Dan untuk mengungkap siapa pelakunya, pihaknya sedang melakukan lidik termasuk memeriksa saksi pertama yang melihat korban di kebun.

“Jadi mulai semalam sore kita masih memeriksa saksi atas nama Lien Sihombing. Karena dialah yang pertama kali melaporkan kejadian itu. Nanti apa hasil dan perkembangan pemeriksaan belum bisa dipublikasikan,”katanya.

Korban Rosmainar sudah lama menjanda, suaminya marga Pandiangan mantan kepala desa. Ia meninggalkan 8 orang anak. Dan jenazah saat ini sedang dimakamkan di rumah duka di Desa Mardame Kecamatan Sitahuis, dan besok akan dikebumikan karena masih menunggu anaknya yang dari Batam baru tiba sore ini.

Informasi yang berkembang di lapangan menyebutkan, bahwa korban termasuk golongan yang berduit di desa itu. Selain itu korban juga dipercaya sebagai bendahara gereja. Bahkan hari ini, Jumat, (1/9) kumpulan koor gabungan GKPI Dolok Nauli Sitahuis akan berangkat rekreasi ke Sibulbulon bersama dengan korban. (HAT)



Tinggalkan Balasan