Medan

Pemko Medan Berupaya Maksimal untuk Eliminasi Tuberkulosis (TBC)

203
×

Pemko Medan Berupaya Maksimal untuk Eliminasi Tuberkulosis (TBC)

Sebarkan artikel ini
Pemko Medan Berupaya Maksimal untuk Eliminasi Tuberkulosis (TBC)
Advertisement
Example 300x600
Advertisement

Medan 1/11 (Batakpost.com) – Pemerintah Kota Medan terus melakukan berbagai upaya terintegrasi dan terpadu untuk mengeliminasi penyakit Tuberkulosis (TBC) di wilayah ini. Hal ini diungkapkan oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdako Medan, Muhammad Sofyan, pada Rabu (1/11). Sofyan, yang mewakili Wali Kota Bobby Nasution, menghadiri Peluncuran Program Bersama Menuju Eliminasi dan Bebas dari TBC di Grand City Hall Medan.

Program ini adalah hasil kolaborasi antara Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI), United States Agency for International Development (USAID), dan kepala daerah di seluruh Indonesia. Acara peluncuran program tersebut juga dihadiri oleh Wakil Menteri Kesehatan, Prof. Dr. Dante Saksono, Direktur USAID Indonesia, Jeff Cohen, Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes, Dr. dr. Maxi Rein Rondonuwu, serta Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara, dr. Alwi Mujahit Hasibuan.

Sofyan menjelaskan bahwa Pemerintah Kota Medan memiliki lima puskesmas yang fokus menangani penyakit TBC, yaitu Puskesmas Belawan, Sentosa Baru, Glugur Darat, Padang Bulan, dan Amplas.

“Selain itu, kami juga menjalin kerjasama dengan beberapa rumah sakit seperti RS Adam Malik, RS Haji, BTKLPP Medan, RS Paru Medan, dan RS Pirngadi. Melalui kerjasama dengan berbagai fasilitas kesehatan ini, kami telah berhasil mengatasi kasus TBC secara bertahap di Kota Medan. Namun, kami tetap berkomitmen untuk bekerja lebih keras agar Kota Medan dapat terbebas dari TBC,” ungkapnya.

Sofyan juga memberikan apresiasi terhadap program ini. Ia menyatakan bahwa eliminasi TBC memerlukan komitmen dan upaya keras dari semua pihak.

“Kami berharap bahwa peluncuran program bebas TBC yang kita lakukan hari ini akan mendukung pemerintah, khususnya dalam melakukan skrining sebagai upaya pencegahan peningkatan kasus TBC,” katanya.

Selain melakukan skrining massal, Sofyan juga menekankan pentingnya peran serta masyarakat, terutama keluarga, dalam mendeteksi, mengawasi, dan membantu proses pengobatan penderita TBC.

“Peran keluarga yang peduli dalam mengawasi pasien selama proses pengobatan TBC sangat penting untuk menciptakan masyarakat Indonesia yang sehat dan sejahtera,” tambahnya.

Baca Berita menarik lainnya dari Batakpost.com di GOOGLE NEWS

banner 325x300