Sepak Bola

Marc Marquez Anggap Aleix Espargaro sebagai Pebalap Pekerja Keras Usai Umumkan Pensiun

159
×

Marc Marquez Anggap Aleix Espargaro sebagai Pebalap Pekerja Keras Usai Umumkan Pensiun

Sebarkan artikel ini
Marc Marquez Anggap Aleix Espargaro sebagai Pebalap Pekerja Keras Usai Umumkan Pensiun
Advertisement
Example 300x600
Advertisement

Jakarta, 24/5 (Batakpost.com) – Marc Marquez buka suara setelah Aleix Espargaro mengumumkan dirinya pensiun dari MotoGP. Marquez menganggap Espargaro sebagai sosok pebalap yang pekerja keras dan berkomitmen.

Espargaro, yang kini berusia 34 tahun, merupakan pebalap tertua di grid MotoGP. Setelah Espargaro pensiun, Marquez yang berusia 31 tahun akan menjadi salah satu pebalap tertua bersama Johann Zarco (33) dan Takaaki Nakagami (32).

“Dia adalah pebalap veteran, sekarang beban ini akan jatuh pada saya,” kata Marc Marquez dikutip dari GPone, Jumat (24/5/2024). “Saya ucapkan selamat atas kariernya, dia tahu bagaimana mengatasi penderitaan, dia bisa memanfaatkannya. Dia pernah tanpa motor, ganti tim, menghadapi proyek baru, dan menang. Kami telah melihat begitu banyak pebalap dengan banyak bakat, tapi tidak ada yang bekerja sekeras dia,” imbuhnya.

Aleix Espargaro sudah merasakan panasnya persaingan di kelas MotoGP sejak 2009. Selama kariernya, ia sudah start sebanyak 326 kali, meraih 5 poles position, 12 podium, dan tiga kemenangan. Namun, Espargaro belum pernah meraih gelar juara dunia.

Espargaro menjalani karier yang penuh lika-liku, dengan performa terbaiknya saat membela tim pabrikan Aprilia. Espargaro turut mengembangkan Aprilia RS-GP hingga mampu bersaing dengan Ducati. Tiga kemenangan Espargaro di kelas utama adalah di Grand Prix Argentina 2022, Silverstone 2022, dan Barcelona 2023. Selain Aprilia, Espargaro pernah membalap untuk Ducati, Suzuki, dan Yamaha.

Kini, ada kursi kosong di tim pabrikan Aprilia. Marquez sendiri memiliki ambisi untuk didukung oleh motor yang paling mutakhir musim depan.

“Pabrikan Eropa berada di level yang sangat baik, meskipun bagi saya Ducati tetap menjadi motor terbaik dengan potensinya di sebagian besar sirkuit,” kata Marquez. “Itulah alasan mengapa tahun ini saya membalap dengan Ducati Gresini. Saya sedang mencari motor paling kompetitif dan masih sama, tapi Aprilia dan KTM sangat dekat. Baik Maverick dan Aleix telah menunjukkan bisa menang dengan Aprilia, terutama di sini, di Barcelona,” terang Marquez.(int)

Baca Berita menarik lainnya dari Batakpost.com di GOOGLE NEWS

banner 325x300