Berita UtamaBudaya

Dilirik Rumah Mode Christian Dior, Satika Simamora Daftarkan Motif Tenun Ulos Batak ke DJKI

285
×

Dilirik Rumah Mode Christian Dior, Satika Simamora Daftarkan Motif Tenun Ulos Batak ke DJKI

Sebarkan artikel ini
Ketua Dekranasda Taput Satika Simamora saat menunjukkan motif kain tenun ulos Batak yang didaftakran ke Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kemenkumham. Kain tenus ulos Batak ini sudah dilirik produsen ternama asal Perancis Christian Dior dan dibutuhkan hak intelektualnya untuk pembagian royalti dan hak. (Batakpost.com/Ist)
Example 300x600

Jakarta, 8/3 (Batakpost.com)- Usaha dari Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), Satika Simamora memperkenalkan kain tenun Ulos Batak dalam berbagai kegiatan dan event tidak sia-sia. Di mana rumah mode ternama Christian Dior yang merupakan brand barang mewah asal Prancis telah melirik tenun ulos Batak ini.

“Lewat penghubungnya, Christian Dior sudah menyampaikan keinginan mereka untuk menggunakan tenun ulos Batak ini. Seharusnya akan digunakan pada tahun 2023 ini, kalau sudah didaftarkan hak intelektualnya,” terang Satika Simamora saat audiensi ke Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Kemanusiaan (Kemenkumham) RI, di Jakarta, Senin (6/3/2023).

Kenapa perlu didaftarkan hak intelektualnya, karena ini menyangkut pembagian royalty dan kejelasakan Hak Kekayan Intelektual (HKI) ulos tenun Batak ini, kata Satika.

“Kalaupun nantinya ada gejolak dalam hal pendaftaran motif tenun ulos ini, misalnya daerah lain mengatakan bahwa itu miliknya, tidak apa-apa sepanjang hasil survei bisa dibuktikan faktanya. Dan walaupun nanti dari beberapa yang kita ajukan hanya satu yang lolos, biar itu saja yang kita majukan. Yang penting ada kejelasannya,” ucap Satika di hadapan Direktur Merek dan Indikasi Geografis, sembari meminta agar diberikan bimbingan dan arahan dalam pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual (HKI) motif tenun ulos Batak.

Menanggapi itu, Direktur Merek dan Indikasi Geografis Kurniaman Telaumbenua, memyambut baik audiensi yang dilakukan oleh Pemkab bersama Dekranasta Taput.

Disebutkan Kurniaman, pihaknya akan menindaklanjuti bahkan akan menuntun Pemkab Taput dalam hal persyaratan tentang kekayaan intelektual yang mau diinventarisir. “Nanti akan kita lihat dari sudut mana kita bisa berikan perlindungan hak kekayaan intelektualnya,” ungkapnya.

Selain mendaftarkan tenun ulos Batak, juga didaftarkan potensi komoditi pertanian asal Taput, seperti; Nenas Sipahutar, Mangga Muara, Kacang Sihobuk dan Kemenyan Taput.

Turut dibawa dalam audiensi tersebut Ketua Asosiasi Usaha Mikro Kecil Menangah Taput Dedi Lumbantobing, Pengerajin tenun ulos Majunjung Hutabarat yang didampingi Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Taput Gibson Siregar, Kabag Hukum Taput Willy Simanjuntak, serta Sekretaris Dinas Pertanian Taput Fajar M.Gultom. (red)