Tapteng, 24/6 (Batakpost.com)– Sebuah video yang diunggah di akun facebook Partomuan Hutagalung mengancam akan melakukan penutupan kantor pemerintahan di Kecamatan Sitahuis hingga ke kantor Bupati Tapanuli Tengah, Kamis (25/6/2026) besok.
Adapun alasan melakukan penutupan itu buntut informasi yang mereka terima bahwa warga Kecamatan Sitahuis hanya dua kepala keluarga (KK) yang akan menerima bantuan jadup tahap II.
Video itupun langsung viral dibuktikan dengan jumlah penonton sebanyak 15 ribu dalam tempo 4 jam. Dan video itu telah dibagikan sebanyak 101 kali dengan ragam komentar yang memberikan dukungan dan semangat akan rencana aksi tersebut.
Tak hanya mengancam menutup kantor pemerintahan, pada video tersebut seluruh warga Sitahuis diajak untuk ikut bergabung beramai-ramai mendatangi kantor pos.
Aksi yang akan dilakukan itu katanya sebagai bentuk protes kepada pemerintah, karena ketidakakuratan data penerima jadup tahap 2.
“Besok, tanggal 25 kita akan segera menutup kantor. Karena yang kita dapat informasi dari kelurahan, hanya 2 keluarga yang menerima jadup tahap ke 2. Makanya kita harus bertindak untuk besok. Ini diundang, untuk semua masyarakat Kecamatan Sitahuis agar berbondong-bondong dan merapat ke kantor Camat, untuk menutup segala kantor yang ada di Kecamatan Sitahuis,” ujar pria dalam video tersebut.
Dia ingin seluruh warga Kecamatan Sitahui nantinya mempertanyakan data yang sudah mereka masukkan lewat Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah.
“Makanya kita terus menuntut dan mengawal data-data yang sudah kita masukkan ke Kantor Camat Sitahuis dan ke Kantor Dinas Sosial Tapteng,” tukasnya.
Tak hanya menutup sejumlah kantor, warga juga mengancam akan memberhentikan bantuan pembangunan rumah rusak ringan dan sedang.
“Dan juga pembangunan rehab rumah, rumah rusak ringan, rumah rusak sedang, akan kita setop. Ini harus diperhatikan, agar pemerintah itu tidak main-main dan tidak hanya janji-janji,” ucap pria tersebut.
Di akhir videonya, dia meminta Bupati Tapteng Masinton Pasaribu untuk menepati janjinya, yang akan mencairkan bantuan jadup tahap ke 2 kepada warga yang telah menyerahkan dokumen administrasinya.
“Kepada Bupati Tapanuli Tengah, Bupati Masinton Pasaribu jangan hanya omon-omon pak, tolong masyarakat ini. Dan juga janji-janji tanggal 17 yang lalu, bapak bupati sudah menjanjikan jadup akan dicairkan segera. Tetapi yang kami dapat informasi, hanya 2 keluarga di Kecamatan Sitahuis yang mendapat,” pungkasnya.
Soal pencarian bantuan bencana ini cukup menyita perhatian masyarakat luas. Karena banyak warga Kabupaten Tapanuli Tengah melakukan gelombang aksi protes baik di kelurahan, kantor camat, atas pendataan dan penyaluran yang dilakukan oleh Pemkab Tapanuli Tengah.
Puncaknya pada tanggal 17 Juni 2026 kemarin, warga korban bencana bersama mahasiswa melakukan aksi unjuk rasa ke kantor Bupati Tapteng di Pandan. Pada kesempatan itu Bupati Masinton mengakui bahwa terjadinya keterlambatan pencairan akibat pendataan dan data warga ada yang bermasalah, ditambah dengan lambannya kinerja pegawai Pemkab Tapteng.
“Sedangkan situasi normal saja para pegawai ini lamban kerjanya, apalagi bencana,” ungkap Bupati Masinton di hadapan pendemo minggu lalu.
Ia mengungkapkan bahwa semua korban bencana sudah didata dan berkasnya sudah dikirim ke pusat. Jadi tidak ada lagi yang luput dari pendataan. Untuk itulah Masinton mengimbau masyarakat Tapteng agar bersabar menunggu pencairan. (red)
Baca Berita menarik lainnya dari Batakpost.com di GOOGLE NEW













