Scroll untuk baca artikel
Berita UtamaTapanuli Selatan

BI Sibolga Bersama Pemkab Tapsel Tingkatkan Produksi Beras Melalui Demplot Padi Gamagora 7

×

BI Sibolga Bersama Pemkab Tapsel Tingkatkan Produksi Beras Melalui Demplot Padi Gamagora 7

Sebarkan artikel ini
Panen perdana Demplot Padi Varietas Gamagora 7 di Desa Tatengger, Kecamatan Angkola Muaratais, Tapanuli Selatan, pada Selasa (27/1/2026) lalu bersama BI Sibolga dan Pemkab Tapsel. (Batakpost.com/Ist)
Advertisement
Example 300x600
Advertisement

Tapsel, 5/2 (Batakpost.com)- Dalam mendukung ketahanan pangan daerah serta meningkatkan produktivitas dan pendapatan petani, Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia Sibolga bersama Pemkab Tapanuli Selatan (Tapsel) melakukan sinergitas dalam bidang pertanian melalui
Demplot Padi Varietas Gamagora 7.

Hasil kerja sama ini sudah membuahkan hasil melalui panen perdana yang dilaksanakan di Desa Tatengger, Kecamatan Angkola Muaratais, Tapanuli Selatan, pada Selasa (27/1/2026) lalu.

IKLAN
IKLAN

Panen perdana ini dihadiri langsung oleh Kepala KPw BI Sibolga, Riza Putera, Pimpinan Bulog KC Padangsidimpuan, Kepala Dinas Pertanian Tapsel, beserta jajaran OPD terkait, BPS, Perangkat kecamatan dan Desa, Penyuluh pertanian, serta Kelompok tani setempat.

Dalam sambutannya Kepala Perwakilan BI Sibolga menyampaikan apresiasi atas keberhasilan implementasi varietas unggul Gamagora 7. Ditegaskan Riza bahwa penggunaan bibit unggul yang didukung dengan teknik budidaya yang tepat merupakan wujud nyata peran Bank Indonesia dalam mendukung ketahanan pangan daerah serta meningkatkan produktivitas dan pendapatan petani.

“Keberhasilan demplot ini diharapkan dapat menjadi motor penggerak ekonomi bagi masyarakat pertanian di Tapanuli Selatan,” ujarnya.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tapanuli Selatan Muhamad Taufiq Batubara memaparkan, bahwa lebih dari 1.000 hektare lahan sawah di sektor pertanian daerah terdampak bencana alam mengalami puso atau gagal panen. Oleh karena itu, keberhasilan demplot Gamagora 7 akan dijadikan sebagai model untuk direplikasi ke wilayah lain guna menjaga stabilitas pasokan pangan daerah.

“Dinas Pertanian juga berharap dukungan Bank Indonesia dapat terus berlanjut, khususnya dalam mendorong Gapoktan Tatengger berkembang menjadi pusat penangkaran bibit Gamagora 7 secara mandiri,” ucapnya.

Berdasarkan hasil pengubinan yang dilakukan di tiga titik oleh Dinas Pertanian bersama BPS, rata-rata hasil panen padi Gamagora 7 mencapai 9,64 ton per hektar. Capaian ini jauh melampaui rata-rata produktivitas padi eksisting di Tapanuli Selatan yang berkisar 5–6 ton per hektare, sehingga tergolong sangat baik.

Melalui keberhasilan demplot ini, diharapkan ketahanan dan kemandirian pangan daerah semakin kuat serta pendapatan petani lokal dapat meningkat secara berkelanjutan. Bank Indonesia akan terus mendorong sinergi dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan guna mendukung pengembangan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Sebagai bagian dari komitmen berkelanjutan dalam pengembangan ekonomi daerah, Bank Indonesia turut menyerahkan dukungan sarana prasarana berupa mesin bor tanah kepada Kelompok Tani Aek Nabara. Fasilitasi ini ditujukan untuk meningkatkan produktivitas sektor hulu kopi sebagai salah satu komoditas unggulan daerah. (red)

Baca Berita menarik lainnya dari Batakpost.com di GOOGLE NEW