Berita UtamaSibolga

Satgas PRR Pusat Apresiasi Pengelolaan TKD Sibolga Masuk Zona Hijau, Wali Kota: Rp90,5 Miliar untuk Bangkitkan Sibolga Pascabencana

×

Satgas PRR Pusat Apresiasi Pengelolaan TKD Sibolga Masuk Zona Hijau, Wali Kota: Rp90,5 Miliar untuk Bangkitkan Sibolga Pascabencana

Sebarkan artikel ini
Wali Kota Sibolga bersama Satgas PRR Pusat foto bersama usai menyampaikan paparan terkait penggunaan dana TKD. Dima Pemko Sibolga masuk Zona Hijau dalam penggelolaan dana tersebut yang mendapat apresiasi dari Tim Satgas PRR Pusat. (Batakpost.com/red)
Advertisement
Example 300x600
Advertisement

Sibolga, 11/10 (Batakpost.com) – Kabar membanggakan dari Kota Ikan! Pemerintah Kota Sibolga mencatat progres positif dalam pengelolaan Transfer ke Daerah (TKD) untuk pemulihan pascabencana. Capaian itu ditandai dengan masuknya pengelolaan TKD Kota Sibolga dalam kualifikasi Zona Hijau, yang langsung mendapat apresiasi dari Satuan Tugas Percepatan Pemulihan dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pusat.

Apresiasi itu disampaikan langsung Kepala Posko Data Satgas PRR, Kolonel Inf. Tamimi Hendra Kesuma, S.H., dalam kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Pascabencana di Aula Nusantara I, Kantor Wali Kota Sibolga, Minggu (11/10/2026).

IKLAN
IKLAN

Kegiatan dihadiri Wali Kota Sibolga Akhmad Syukri Nazry Penarik, Dandim 0211/TT Letkol Arh. Wahyu Hidayat, Sekda Drs. Herman Suwito, serta jajaran OPD dan Tim Monev Satgas PRR.

Wali Kota Paparkan Rp90,5 Miliar untuk Bangkitkan Sibolga

Dalam paparannya, Wali Kota Akhmad Syukri Nazry Penarik menyampaikan rasa syukur dan menegaskan Pemko terus optimal menangani banjir dan longsor yang melanda November 2025 lalu. “Pengembalian dana TKD dari Pemerintah Pusat senilai Rp90.523.677.000 kita manfaatkan untuk percepatan pembangunan fisik, rehabilitasi infrastruktur, dan pemulihan ekonomi warga terdampak,” ujar Wali Kota.

Wali Kota juga menjelaskan capaian yang sudah dilaksanakan:

  1. Pembangunan Huntap yang tancap gas: Dari target 200 unit Huntap, 116 unit sudah selesai, 84 unit lagi dalam tahap penyelesaian. Bahkan Pemko sudah fasilitasi sertifikat tanah elektronik gratis untuk warga yang kehilangan rumah.
  2. Siaga Bencana Ditingkatkan: Pengadaan mesin pompa alkon, perbaikan ambulans dan damkar Satpol PP, mobil tangki air bersih, pembenahan drainase, gorong-gorong, dan normalisasi sungai untuk cegah sedimentasi dari hulu.
  3. Infrastruktur Publik Pulih: Rehabilitasi IGD RSUD FL Tobing, gedung Perpustakaan Daerah, sekolah-sekolah, jalan dan parit laut, hingga kantor kecamatan.
  4. Ekonomi Warga Bangkit: CFD tiap minggu untuk UMKM, pelatihan wirausaha bikin tahu-tempe, menjahit, salon, barista kopi, plus bantuan sosial. Tak hanya itu, Bantuan Keuangan Provinsi Sumut Rp9.287.290.500 juga dialokasikan untuk jalan dan drainase, serta percepatan rekonstruksi Jalan Sudirman oleh Pemprovsu.

Pada kesempatan itu, Wali Kota juga curhat anggaran dan harapan ke Pusat untuk 2027. Mantan Ketua DPRD Kota Sibolga ini jujur soal tantangan. Dengan TKD reguler TA 2027 dari pusat Rp402.475.968.000 yang sebagian besar untuk belanja pegawai, Pemko berharap pusat kembali prioritaskan TKD khusus bencana di 2027.

“Kota Sibolga ini daerah hilir yang menampung aliran air dan sedimen saat hujan tinggi. Kami sangat berharap daerah dengan serapan anggaran bencana tinggi seperti Sibolga dapat diprioritaskan. Anggaran ini sangat kami butuhkan untuk menuntaskan fasilitas umum di Huntap seperti jalan, drainase, penerangan, kebersihan, penanaman pohon, serta penanganan kawasan rawan seperti Kelurahan Aek Habil,” tegas Wali Kota.

Arahan Satgas PRR: Susun Rencana 2026-2028 yang Matang!

Menanggapi itu, Kolonel Tamimi mengarahkan Pemko agar segera selaraskan usulan kebutuhan dengan dokumen rencana rehabilitasi dan rekonstruksi 2026-2028 sesuai Inpres Nomor 1 yang menyebut program ini berjalan 3 tahun. Satgas PRR mendorong agar data serapan dan rincian kebutuhan fisik untuk TA 2027 disusun cermat sebagai bahan pengajuan tambahan TKD ke pusat.

Sementara perwakilan Dirjen Keuda Kemendagri, Arief Wijayanto, yang turut hadir, menyatakan siap beri bimbingan teknis agar pembangunan cepat tapi tetap taat aturan. Capaian Zona Hijau ini jadi bukti, pengelolaan TKD Sibolga transparan, akuntabel, dan tepat sasaran. Sinergi Pemko Sibolga, Satgas PRR, TNI-Polri, BNPB, dan Kemendagri terus diperkuat agar pemulihan tuntas dan manfaatnya dirasakan langsung warga. (red)

Baca  Berita menarik lainnya dari Batakpost.com di GOOGLE NEW