Scroll untuk baca artikel
Berita UtamaNasional

Ricuh Penerima Jadup 2026 di Tapteng Didominasi Bukan Korban Bencana, Warga Gelar Aksi Protes

×

Ricuh Penerima Jadup 2026 di Tapteng Didominasi Bukan Korban Bencana, Warga Gelar Aksi Protes

Sebarkan artikel ini
Aksi protes warga soal bantuan jaminan hidup 2026 di Tapteng yang tidak tepat sasaran. (Batakpost.com/Jas)
Advertisement
Example 300x600
Advertisement

Tapteng, 12/3 (Batakpost.com)– Penerima bantuan jaminan hidup (jadup) dari Kemensos untuk korban bencana Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) Sumatera Utara, mengundang reaksi protes keras dari warga. Hal itu dipuci karena nama-nama penerima bantuan didominasi oleh warga yang bukan korban bencana dan juga para ASN dan pejabat.

Akibatnya, warga yang benar-benar menjadi korban bencana melakukan protes dan menggelar aksi ke kantor kelurahan masing-masing. Karena mereka tahu betul bahwa nama-nama penerima bantuan jadub itu bukan sepenuhnya warga yang benar-benar menjadi korban bencana alam yang terjadi tanggal 25 November 2025 lalu.

IKLAN
IKLAN

“Kami curiga bahwa penerima jadub ini dipermainkan sehingga warga yang betul-betul menjadi korban bencana tidak terdaftar namanya, justru sebaliknya mereka yang rumahnya aman-aman saja dan PNS, mereka yang mendapat. Ini suda jelas ada permainan,” protes sejumlah warga Sibuluan Nauli, Kecamatan Pandan saat mendatangi kantor lurah, Rabu (11/3/2026).

Parahnya lagi kata warga, dari 592 warga yang menjadi korban bencana di Kelurahan Sibuluan Nauli, hanya 35 keluarga yang terdaftar sebagai penerima bantuan.

“Yang 35 itu pun kondisi rumahnya aman-aman saja dan masih kokoh, tetapi kami yang rumahnya sudah hancur tidak ada menerima bantuan jadup. Contohnya saja, orang tua saya yang rumanya benar-benar hancur, tetapi tidak mendapat. Justru yang rumahnya aman-aman saja mendapat bantuan. Makanya kami minta kepada lurah kami, agar 35 penerima bantuan itu dievalusi dan jangan diberikan dulu bantuannya,” kata Suherman Hutabarat dan Naibaho saat menggelar aksi protes di depan kantor kelurahan Sibuluan Nauli.

Lurah Sibuluan Nauli Fenando Hutabarat juga merasa heran dengan daftar penerima bantuan di kelurahannya. Pasalnya dari 592 warga koran bencana yang didaftarkan hanya 35 orang yang mendapat bantuan.

Selanjutnya Baca: Saya juga…