Scroll untuk baca artikel
Berita UtamaSibolga

41 Warga Diduga Kecarunan Mie Tek-tek Borreg di Sibolga, Pemkot Langsung Turun Tangan

×

41 Warga Diduga Kecarunan Mie Tek-tek Borreg di Sibolga, Pemkot Langsung Turun Tangan

Sebarkan artikel ini
Dinas Kesehatan Kota Sibolga saat melakukan investigasi ke pengolahan Mie Tek-tekk Borreg Sibolga atas adanya dugaan keracunan setelah menyantap mie tek-tek, Kamis (5/3/20260. (Batakpost.com/red)
Advertisement
Example 300x600
Advertisement

Sibolga, 7/3 (Batakpost.com)– Sedikitnya 41 warga Sibolga dan sekitarnya mengalami muntah-muntah dan mual serta diare setelah menyantap mie tek-tek dari warung Borreg, pada Kamis (5/3/2026) pagi.

Para korban langsung dilarikan ke rumah sakit yang ada di Sibolga dan juga ke RSUD Pandan untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

IKLAN
IKLAN

Pemerintah Kota (Pemkot) Sibolga langsung turun tangan setelah mendapat laporan dari aparat kelurahan dan juga dari pihak RSU Sibolga terkait peristiwa tersebut.

“Bapak Wali Kota langsung memerintahkan Dinas Kesehatan untuk melakukan investigasi ke lokasi untuk mengetahui apa penyebab terjadinya peristiwa itu,” terang Sekda Kota Sibolga, Herman Suwito dalam konferensi persnya, Jumat (6/3/2026) sore di ruang kerjanya bersama dengan Dinas Kesehatan.

Disebutkan Sekda, bahwa pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan dari laboratorium, karena sempel makanan sudah dikirim ke Medan. Hanya saja dari pemeriksaan di lokasi, Dinas Kesehatan menemukan tempat memproduksi mie tek-tek Borreg yang berada di Jalan Sisinga Mangaraja tepatnya di simpang Jalan Elang Sibolga, tidak higieinis.

Plt. Kadis Kesehatan Sibolga Sri Wahyuni menambahkan, dari 41 orang korban, 22 orang di antaranya masih berusia balita, dan sisanya merupakan orang dewasa dan yang tertua berusia 55 tahun.

Setelah mereka mendapat perintah langsung dari Wali Kota untuk melakukan investigasi ke lapangan, mereka telah mengumpulkan sempel sisa makanan termasuk air yang mereka gunakan memasak. Sempel itu sudah dikirim ke Medan untuk diteliti.

“Dari hasil pemeriksaan di lokasi, kita temukan tempat pengolahan mie tek-tek tidak higienis. Diduga kuat, hal itu yang menjadikan korban mengalami keracunan setelah menyantap mie tek-tek yang diolah mereka,” kata Sri seraya menambahkan mereka tidak ada menemukan pengawet merkuri dalam pengolahan mie tek-tek tersebut.

Sri juga menambahkan, terkait pembiayaan bagi para pasien yang menderita muntah-muntah dan diare itu, tidak dibebankan kepada para korban.

“Ke 41 pasien itu dirawat di Rumah Sakit Metta I dan II, di RSU FL Tobing Sibolga, dan juga di RSUD Pandan, karena ada juga warga Tapteng yang jadi korban. Tidak ada dikenakan biaya kepada korban, dan itu ditanggungjawabi oleh Pemkot Sibolga,” jelas Sri.

Lewat peristiwa ini, diimbau kepada seluruh pedagang makanan dan minuman yang ada di Kota Sibolga agar menjaga kebersihan dan tempat pengelolaan makanan. Selin itu, Pemkot juga akan lebih meningkatkan pengawasan terhadap para penjual makanan dan minuman untuk menghindari hal serupa terjadi kembali.

Untuk diketahui, sebelumnya juga pernah terjadi keracunan makanan usai menyantap mie tek-tek di Pasar Inpres Kota Sibolga, tepatnya pada tahun 2020 lalu. Puluhan orang keracunan. (red)

Baca Berita menarik lainnya dari Batakpost.com di GOOGLE NEW