Tapteng, 17/2 (Batakpost.com)– Akibat hujan deras yang mengguyur Kabupaten Tapanuli Tengah dan Kota Sibolga, Sumatera Utara, pada (16/2/2026), akses jalan Poriaha menuju Rampah dan Sitahuis tertimbun longsor. Akibatnya arus lalu lintas tertutup dan tidak dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat selama satu malam.
Akibatnya, kendaraan yang berada di lokasi longsor baik itu yang datang dari Sibolga menuju Tarutung, maupun kendaraan yang datang dari Tarutung menuju Sibolga, terpaksa bertahan di jalan hingga pagi hari.
Alat berat yang diturunkan telah berhasil menggeser material longsor sehingga kendaraan mulai dari roda dua hingga mobil truk sudah dapat melintas, Selasa (17/2/2026) pagi.
Amatan di lokasi, kondisi hujan yang deras membuat alat berat harus hati-hati bekerja, karena kawasan longsor cukup rawan dan curam. Selain itu, minimnya penerangan turut mempengaruhi proses pengerjaan.
Meskipun harus menunggu satu malaman di lokasi longsor, pengguna jalan tetap bersyukur karena masih bisa melintas. Jika seandainya tidak ada alat berat, mereka tidak tahu lagi harus bagaimana.
“Terima kasih kepada semua pihak yang sudah bekerja keras sehingga material longsor ini bisa langsung diatasi. Seandainya tidak ada alat berat, kami tidak tahu harus menunggu berapa lama di lokasi ini. Dan itu dapat juga mengancam keselamatan kami, karena posisi kita berada di atas pegunungan yang rawan longsor,” kata Ronal salah seorang pengemudi roda empat.
Kapolres Tapanuli Tengah AKBP Muhammad Alan Haikel, juga telah mengonfirmasikan bahwa seluruh material longsor yang menimbun badan jalan di wilayah Kecamatan Sitahuis telah berhasil dibersihkan.
Disampaikannya, curah hujan ekstrem sejak siang hari memicu rentetan longsoran material kayu, batu, dan tanah yang menutup akses jalan di sepanjang jalur strategis.
Sementara itu kondisi cuaca Selasa sore di kawasan jalan Poriaha-Rampah-Sitahuis, masih diguyur hujan. (red)
Baca Berita menarik lainnya dari Batakpost.com di GOOGLE NEW
