Berita UtamaTapanuli Tengah

Malam-malam Warga Lubuk Tukko Tapteng “Serbu” Kantor Lurah, Ada Apa?

Warga Lubuk Tukko Tapteng saat mendatangi Kantor Lurah menyampaikan protes kenapa hanya 7 KK yang mendapat bantuan bencana dan orangnya itu-itu saja. (Batakpost.com/red)

Tapteng, 21/4 (Batakpost.com)– Persoalan bantuan bencana untuk Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) tidak ada habisnya. Baru kemarin ratusan warga korban bencana melakukan aksi unjuk rasa ke kantor Bupati dan DPRD, malam ini puluhan warga yang didominasi emak-emak “menyerbu” kantor Lurah Lubuk Tukko, Kecamatan Pandan.

Kedatangan emak-emak ini untuk memprotes Lurah Lubuk Tukko kenapa yang mendapat bantuan bencana di Kelurahan tersebut hanya 7 KK, dan itu-itu saja orangnya.

IKLAN
IKLAN

“Kami membaca pengumuman bahwa hanya 7 KK warga Lubuk Tukko ini yang mendapat bantuan. Padahal ada sekitar 600 KK lebih warga yang tinggal di sini. Dan semuanya korban bencana, makanya kawasan ini disebut zona merah. Tetapi anehnya hanya 7 KK yang mendapat bantuan,” protes para emak-emak, Selasa (21/4/2026) malam.

Parahnya lagi, yang 7 KK ini sudah mendapat bantuan jaminan hidup (Jadup) tahap pertama, dan sekarang mendapat lagi bantuan rumah rusak.

“Kami sangat kecewa dan heran mengapa hanya yang 7 KK itu saja yang bolak balik mendapat bantuan, sementara kami ini dianggap apa? Pak Bupati Masinton inilah kinerja anak buah bapak yang tidak becus,” teriak mereka.

Wargapun dengan tegas menyampaikan tidak percaya lagi kepada Lurah Lubuk Tukko dan juga Kepling I Perdagangan yang tidak benar melakukan pendataan korban banjir. Mereka meminta perhatian dari Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution.

“Pak Bobby tolong kami pak. Hanya 7 KK yang mendapat bantuan di Lubuk Tukko ini dan itu-itu saja orangnya pak. Tolong Pak Bobby,” teriak warga.

Sebagai luapan kekecewaan warga, mereka mengakui memang hanya 7 KK rumah yang banjir, selebihnya terapung.

Sementara itu Lurah Lubuk Tukko sudah tidak berada lagi di kantor. Gerbang kantor terlihat sudah di gembok. Sedangkan para emak-emak dan warga masih bertahan hingga pukul 22.30.WIB di depan kantor Lurah sembari terus meluapkan kekecewaan mereka. (red)

Baca Berita menarik lainnya dari Batakpost.com di GOOGLE NEW

Exit mobile version