Labura, 28/6 (Batakpost.com)– Bagi pengguna jalan yang mau melintas dari Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Labuhan Batu Utara (Labura) menuju Asahan agar berhati-hati. Karena kemacetan tak terhindarkan akibat galian pipa gas di sepanjang jalan.
Seperti yang terjadi pada Sabtu 27 Juni 2026. Di mana kemacetan parah terjadi mulai dari arah Pulau Rakyat hingga menuju Simpang Kawat Asahan.
Kemacetan itu dikeluhkan sejumlah pengguna jalan. Salah satunya keluarga Parningotan yang tertahan hampir 4 jam.
“Parah betul macetnya. Dari Polsek Pulau Raja ke Simpang Kawat kami tempuh selama tiga jam. Padahal normalnya paling lama 45 menit,” ujarnya, Minggu (28/6/2026).
Dan biang kemacetan tersebut akibat galian pipa gas di sepanjang Jalinsum tersebut.
Kondisi macet juga diperparah para pengguna jalan yang tidak sabar dan saling menyerobot jalur.
“Parah betul macetnya. Jika tidak diatur dengan baik sistem buka tutup jalan ini akibat proyek galian pipa ini, maka kemacetan parah seperti ini akan terus berlanjut,” keluhnya.
Disebutkan keluarga itu, kondisi
Jalinsum Labura-Asahan yang tanjakan dan turunan sangat berisiko. Apalagi jenis kendaraan rata-rata mobil berat bermuatan penuh.
Dia berharap agar pihak proyek benar-benar bertanggungjawab menjaga buka tutup jalan. Bila perlu melibatkan aparat kepolisian agar ada rasa takut pengendara yang suka mencuri jalur.
Harus diakui, dampak dari kemacetan berpengaruh kepada pemborosan BBM. Apalagi beberapa jenis BBM sudah naik harganya.
“Bayangkan saja tiga jam gak bergerak, dan mesin mobil wajib hidup. Sudah berapa liter BBM yang habis sia-sia. Belum lagi keterlambatan waktu yang berdampak terhadap berbagai kegiatan yang tertunda,” keluhnya.
Hasil pantauan media ini, bahwa sejak proyek pemasangan pipa dimulai, kemacetan sudah tak terhindarkan lagi. Seharusnya pihak rekanan dan pemerintah setempat dan kepolisian lalu linta serta dinas perhubungan, terlibat mengantisipasi agar tidak terjadi kemacetan parah. (red)
Baca Berita menarik lainnya dari Batakpost.com di GOOGLE NEW
