Berita UtamaTapanuli Tengah

Kembali 20 Siswa Sibolga-Tapteng Terima Beasiswa Talent Scouting SMA Matauli Pandan: Terapkan Kurikulum Internasional

Inilah 20 siswa/i terbaik dari Sibolga-Tapteng yang berhasil meraih beasiswa penuh dari Yayasan Matauli lewat Talent Scouting, Jumat (30/1/2026). (Batakpost.com/red)

“Itu menjadi bukti bahwa anak-anak Sibolga-Tapteng ini sudah semakin berani dalam menerima tantangan,” sebut Deden.

Lebih lanjut disampaikan Deden, untuk mempersiapkan penerapan kurikulum internasional, SMA Matauli sudah menghadirkan guru yang profesional dari Jakarta ke SMA Matauli Pandan.

IKLAN
IKLAN

“Bersyukurlah Bapak/Ibu para orangtua siswa anaknya berhasil meraih beasiswa fully funded (didanai penuh oleh Yayasan Matauli) selama tiga tahun dan tinggal di asrama.

Kami mengharapkan dukungan dan kerja samanya untuk kesuksesan mereka mengikuti pendidikan di SMA Matauli ini yang tertuang dalam fakta integritas,” imbau Deden.

Ketua Yayasan Maju Tapian Nauli (Matauli), Fitri Krisnawati Tandjung dalam sambutannya secara daring mengaku salut melihat keberanian anak-anak Sibolga-Tapteng untuk mengikuti talent scouting. Lewat jalur ini kata dia, mimpi-mimpi baru anak Sibolga-Tapteng akan terwujud.

Putri sulung dari Akbar Tandjung ini memaparkan bahwa SMA Matauli Pandan sudah masuk 25 tahun kedua. 25 tahun pertama itu sampai tahun 2024. Dan 25 tahun kedua ini menuju ke mana cita-cita Matauli. Sebagaimana disampaikan oleh kepala sekolah katanya bahwa anak-anak SMA Matauli tidak lagi hanya tampil di kanca nasional melainkan sudah harus ke kanca internasional karena itulah arah Matauli di 25 tahun kedua ini.

Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Matauli Pandan, Deden Rachmawan saat dikonfirmasi wartawan terkait kurikulum internasional di SMA Matauli Pandan. (Batakpost.com/red)

“Kalau mau menembus universitas dunia, kita harus berani ambil kurikulum internasional. Kurikulum ini adalah kurikulum yang menantang di dunia dan memang susah. Kurikulum ini mendorong mentrasformasi muridnya bisa berpikir di atas rata-rata. Selain itu juga, siswa didorong peka terhadap lingkungan sekitar. Jadi, tidak bisa hanya pintar di kertas namun dikombinasikan dengan kepekaan lingkungan sekitar,” sebut Fitri.

“Intinya kurikulum ini didesain khusus untuk peduli dengan lingkungan dan kemampuan ilmunya di atas rata-rata,” ucapnya.

Setelah siswa nanti mempergunakan kurikulum internasional, sambung Fitri, siswa akan menjadi individu yang hobinya senang belajar dan memecahkan masalah.

“Untuk itulah kita memakai kurikulum internasional meskipun kita berada di daerah. Kita ingin buktikan bahwa anak-anak Tapteng dan Sibolga mampu bersaing di tingkat internasional,” tegasnya kembali.

Selanjutnya Baca: Berikut Nama-nama…

Exit mobile version